LAPORAN MORFOLOGI TUMBUHAN

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Istilah Morfologi berasal dari kata Morphologi (Gk. Morphe, bentuk, logos, ilmu) ; berarti ilmu yang mempelajari bentukbentuk luar dari tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji mengenai organ-organ tubuhnya dengan segala variasinya.

Morfologi merupakan ilmu pengetahuan  yang mendasri pemahaman tentang sistematika tumbuhan. Banyak istilah yang kita jumpai dalam morfologi sebagai identitas nama atau penunjuk utama dari suatu divisio, anak divisio,kelas, anak kelas, bangsa/ordo, keluarga/famili, marga/genus, maupun penunjuk spesies/jenis tumbuhan.

Sebagaiman kita ketahui bahwa ilmu itu tidak akan matang kalau hanya diberikan teori atau gambarannya saja, dibutuhkan suatu pengamatan atau penelitian. Begitu juga dengan mata kuliyah Morfologi Tumbuhan  ini tidak cukup hanya dengan teori dibutuhkan suatu pengamatan, karena merupakan ilmu alamiah yang butuh pembuktian juga. Seperti praktikum yang sudah kita laksanakan, itu tidak lain tujuannya adalah agar kita membuka mata ke luar lingkungan sekitar kita, hal-hal apa saja yang akan kita pelajari dalam morfologi tumbuhan ini semuanya sudah ada di dalamnya.

  1. Rumusan masalah
  1. Bagaimana bentuk bagian tubuh tumbuhan cormophyta dycotyledoneae dan monocotyledoneae?
  2. Bagimana bentuk daun pada cormophyta berbiji?
  3. Bagimana letak duduk pada suatu batang?
  4.   Bagiman bentuk organ tumbuhan hasil modivikasi dari organ yang bersifat vegetatif?
  5. Bagaimana bentuk bagian-bagian penyusun dan struktur bunga berdasarkan diagram dan rumus bunga?
  1. Tujuan
  1. Untuk mengetahui bentuk bagian tubuh tumbuhan cormophyta dycotyledoneae dan monocotyledoneae.
  2. Untuk mengetahui  bentuk daun pada cormophyta berbiji
  3. Untuk mengetahui letak duduk pada suatu batang.
  4.   Untuk mengetahui  bentuk organ tumbuhan hasil modivikasi dari organ yang bersifat vegetatif.
  5. Untuk mengetahui bentuk bagian-bagian penyusun dan struktur bunga berdasarkan diagram dan rumus bunga.

ACARA I

BAGIAN TUBUH CORMOPHYTA

DYCOTYLEDONEAE DAN MONOCOTYLEDONEAE

  1. Pelaksanaan praktikum

Hari/tanggal    : Senin, 28 Maret 2011

Tempat            : Lab IPA Biologi IAIN Mataram

Tujuan             : untuk mengamati dan mencermati organ penyusun tubuh anggota Dycotyledoneae dan Monocotyledoneae sebagai wakil dari Angiospermae.

  1. Landasan teori

Tumbuhan dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengandikotildicotyledonae.(http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berkeping_biji_tunggal)

Dikotil mencakup semua tumbuhan berbunga yang berkeping biji dua. Dari nama kelompok ini seseorang mungkin akan membyangkan bahwa pengenalannya semata-mata bergantung pada sifat itu saja, tetapi tidak demikian. Walaupun adanya dua keping biji itu merupakan sifat yang paling konstan, masih ada beberapa sifat yang lebih jelas, tetapi secara sendiri-sendiri kurang dapat diandalkan daripada jumlah keping biji itu. (A.R. LOVELESS,1989:197)

Seperti  halnya dikotil yang tidak dapat dibedakan hanya dengan satu sifat, maka untuk pemngenalan monokotil pun tidak selalu cukup dengan kehadiran keping biji tunggal tersebut. Karena monokotil dicirikan dengan suatu kombinasi sifat vegetatif dan sifat bunga, maka tidak disangsikan lagi bahwa mnonkotil merupakan kelompok alami. Pada kenyataannya tidak ada monokotil yang memiliki keping biji lebih dari satu, meskipun ada sebagian kecil dikotil yang memiliki hanya bsatu keping biji. (A.R. Loveless, 1989:224)

  1. Alat dan bahan

-          Bahan

  1. Bibit muda tanaman Arachis hypogaea (kacang tanah)
  2. Bibit muda tanaman Zea mayz (jagung)
  3. Cara kerja
  • Bibit muda kacang tanah
  1. Menyiapkan spesimen kacang tanah kemudian mengmati secara seksama bagian-bagian organ penyusunnya mulai dari akar, batang, dan daun.
  2. Digaambar dengan menggunakan pensil dan diberi keterangan.
  3. Menunjukkan bagian akar yang terdiri dari : apex radies, badan akar, collum, akaar sekunder, fibrilla radiecalis dan bulu akar.
  4. Menunjukkan bagian calaon batang yang terdiri dari: hypocotyle, mesocotyle, dan epicotyle. Pada stadium kuncup, maka calon batang dan bersama daun sering disebut plumulla.
  5. Menyusun deskripsi yang dapat memberikan gambaran singkat mengenai morfologi bibit muda kacang tanah.

Latihan soal:

  1. Apakah yang disebut dengan: radikula, plumulla,. Mesocotyle, stipula?
  2. Sebutkan fungsi: cotyledone dan stipulal?
  3. Mengapa kecambah kacanag tanah bertipe epigeal?
  4. Sebutkan bagian penyusun daun majemuk!
  5. Apakah perbedaan antara daun majemuk lengkap dengan daun lengkap tidak lengkap?
  6. Hasil pengamatan

Gambar kacang tanah (Arachis hypogaea)

Keterangan :

  1. Akar primer
  2. Hipokotil
  3. Mesokotil
  4. Kotiledon
  5. Epikotil
  6. Daun majmuk
  7. Polium
  8. Stipula

Deskripsi

Arachis hypogaea merupakan tumbuhan dycotylledoneae, dan memiliki ciri morfologi, daun veninervis dan palminervis umumnya bentuk bangun daun bukan pita atau linearis, politakis tersebar, berhadapan dan berkarang. Akar tunggang, batang tidak jelas nodus dan internodus, bunga tertramer dan pantamer, dilihat dari bijindan sistem perkecambahannya. Biji tersebut atas cotyledon sebagai pelindung embrio, cadangan makanan dan fotosintesis. Hipokotil tumbuh membentuk caulis sehingga cadangan makanan terangkat ke atas permukaan tanah. Sedangkan perkecambahan umumnya tipe epigeal.

Buah kacang tanah bersifat tunggal sejati, berada dalam tanah karena setelah terjadi fertelisasi gynophora tumbuh memanjang dan pengaruh hormon auksin menembus tanah,  buah tumbuhan berkembang di bawah tanah kondisi terlindung dari cahaya matahari. Tipe buah ini legumen terdiri dari satu daun buah (carpella), bagian dalam terdapat ruang-ruang biji yang dibatasi oleh sekat semu, bijikacang tanah yang sudah masak disusun oleh sepasang  daun lembaga keping biji  (cotyledon), fungsinya sebagai pelindung bagi embrio, tempat cadangan makanan dan setelah biji berkecambah maka kotiledon juga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, bagian terluar dilindungi oleh kulit biji, biji menempel pada carpella melalui penicullus yang berfungsi sebagai alat transfer unsur hara.

Gambar jagung (Zea mayz)

Keterangan :

  1. Radix adventer
  2. Batang (caulis)
  3. Daun (folium)
  4. Radix primer
  5. Bunga (flos)
  6. Coleirizo
  7. Avex (ujung daun)

Deskripsi

Jagung merupakan golongan tumbuhan monokotil yang memiliki ciri ciri morfologi, sistem venasi, curvnervs dan rectivis, bentuk bangun dan bervariasi  mulai bulat semua dengan  garis, philotaksis berseling, roset dan tersebar, flos bersifat trimer, sistem perakaran serabut. Dilihat dari perkecambahannya, biji didominasi oleh endisperm sebagai cadangan makanan, calaon caulis dan folium dilindungi oleh coleoptil, cotiledon tunggal lazim disebut scutellum yang berperan dalam absorpsi makanan, aksis embrio umumnya tidak memiliki hypokotil. Perkecambahan umumnya tipe hipogeal.

Buah jagung secara keseluruhan tertutup oleh brakteola sehingga butiran jagung tidak tampak dari luar, maka dapat disebut sebagai  buahnsemu yang susunannya majemuk. Akan tetapi jika hanya diperhatikan satu butir, maka termasuk tipebcaryopsis, karena buah ini didominasi oleh endosperm dan pericarpium tidak berkembang, cotiledon tunggal disebut scutellum yang berfungsi sebagai alat absorbsi cadangan makanan menuju embrio, plumulla sebagai calon daun dan akar dilindungi oleh colyptyle, sedang radikula dilindungi oleh coleorhiza.

  1. Pembahasan

Sebagaimana kita ketahui bahwa dikotil mencakup semua tumbuhan berbunga yang berkeping biji dua. Dari nama kelompok ini seseorang mungkin akan membyangkan bahwa pengenalannya semata-mata bergantung pada sifat itu saja, tetapi tidak demikian. Walaupun adanya dua keping biji itu merupakan sifat yang paling konstan, masih ada beberapa sifat yang lebih jelas, tetapi secara sendiri-sendiri kurang dapat diandalkan daripada jumlah keping biji itu. Adapun ciri-ciri morfologinya sebagai berikut :

  1. Seperti namanya telah menyebutkan tumbuh-tumbuhan ini mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga (berbiji belah) dan akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung yang khusus.
  2. Akar lembaga tumbuhan terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang dan membentuk sistem akar tunggang.
  3. Batang berbentuk kerucut panjang, biasanya bercabang-cabang dengan ruas-ruas dan buku-buku yang tidak jelas.
  4. Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang-kadang saja berseling.
  5. Daun tunggal atau majemuk, sering sekali disertai oleh daun-daun penumpu, jarang mempunyai pelepah, helaian daun bertulang menyirip atau menjari.
  6. Pada cabang-cabang ke samping sering sekali terdapat dua daun pertamayang letaknya tegak lurus  pada bidang median di kanan kiri cabang tersebut.
  7. Bunga bersifat ditetra atqaau pentamer.

Sebagaimana pengamatan yang kita lakukan pada tumbuhan dikotil yaitu pada kacang tanag (Arachis hypogaea).

Tanaman kacang tanah memiliki perakaran yang banyak, dalam, dan berbintil. Panjang akarnya dapat mencapai 2 m. Daun kacang tanah merupakan daun majemuk dengan empat helai daun. Setelah penyerbukan, ginofor akan tumbuh dari dasar bunga hingga 15 cm. Ginofor ini akan terus tumbuh secara geotropisme. Setelah menembus tanah dan mencapai kedalaman 2 – 7 cm, ginofor akan tumbuh mendatar, membengkak, dan membentuk polong.

Tanaman kacang tanah termasuk kedalam tanaman legu-leguman, berikut adalah taksonomi tanaman kacang tanah:

Kingdom         : Plantae atau tumbuh-tumbuhan

Divisi                : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji

Sub Divisi        : Angiospermae atau berbiji tertutup

Klas                  : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua

Ordo                 : Leguminales

Famili              : Papilionaceae

Genus              : Arachis

Adapun morfologiny adalah sebagai berikut :

Bagian-bagian tanaman kacang tanah dapat dideskripsikan sebagai berikut.

  1. Daun

Daun pertama yang tumbuh adalah kotiledon. Daun pertama tersebut terangkat ke atas permukaaan tanah selagi biji kacang berkecambah. Daun berikutnya berupa daun tunggal dan berbentuk bundar. Pada pertumbuhan selanjutnya tanaman kacang tanah membentuk daun majemuk bersirip genap, terdiri atas empat anak daun dengan tangkai daun agak panjang. Helaian anak daun ini beragam: ada yang berbentuk bulat, elips dan agak lancip, tergantung varietasnya. Permukaan daun ada yang tidak berbulu dan ada yang berbulu. Bulu daun ada yang hanya sedikit dan pendek, sedikit dan panjang, banyak dan pendek, ataupun banyak dan panjang.

  1. Batang

Batang tanaman kacang tanah tidak berkayu dan berbulu halus, ada yang tumbuh menjalar dan ada yang tegak. Tinggi batang rata-rata sekitar 50 cm, namun ada yang mencapai 80 cm. tanaman yang bertipe menjalar tumbuh ke segala arah dan dapat mencapai garis tengah 150 cm. bagian bawah batang merupakan tempat menempelnya perakaran tanaman. batang di atas permukaan tanah berfungsi sebagai tempat pijakan cabang primer, yang masing-masing dapat membentuk cabang sekunder. Tanaman tipe tegak membentuk percabangan antara 3-6, sedangkan tipe menjalar dapat membentuk 10 cabang primer. Pada cabang primer terbentuk cabang sekunder dan kemudian tumbuh cabang tersier. Batang dan cabang kacang tanah berbentuk bulat, bagian atas batang ada yang berbentuk agak persegi, sedikit berbulu dan berwarna hijau.

  1.  Akar

Kacang tanah berakar tunggang yang tumbuh lurus ke dalam tanah hingga kedalaman 40 cm. pada akar tunggang tersebut tumbuh akar cabang dan diikuti oleh akar serabut. Akar kacang berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman serta alat penyerap air dan zat-zat hara serta mineral dari dalam tanah. Cabang dan akar rambut berperanuntuk memperluas permukaan akar guna meningkatkan daya serap akar tanaman tersebut. Pada pangkal dan cabang akar tunggang kacang tanah biasanya terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium yang berperan dalam penyerapan nitrogen dari udara bebas.

  1. Bunga

Bunga kacang tanah mulai muncul dari ketiak daun pada bagian bawah tanaman yang berumur antara 4-5 minggu dan berlangsung hingga umur sekitar 80 hari setelah tanam. Bunga berbentuk kupu-kupu (papilionaceus), berukuran kecil, dan terdiri atas lima daun tajuk. Dua diantara daun tajuk tersebut bersatu seperti perahu. Di sebelah atas terdapat sehelai daun tajuk yang paling lebar yang dinamakan bendera (vexillum), sementara di kanan dan kiri terdapat dua tajuk daun yang disebut sayap (ala). Setiap bunga bertangkai berwarna putih. Tangkai bunga sebenarnya adalah tabung kelopak. Mahkota bunga (corolla) berwarna kuning atau kuning kemerah-merahan. Bendera dari makhota bunga bergaris-garis merah pada pangkalnya.

Bunga kacang tanah pada umumnya melakukan penyerbukan sendiri. Penyerbukan terjadi menjelang pagi, sewaktu bunga masih kuncup (kleistogami), Penyerbukan silang dapat terjadi, namun persentasenya sangat kecil, sekitar 0, 5 %.

Umur bunga tidak lama: setelah terjadi penyerbukan, daun mahkota mekar penuh, dan pada hari berikutnya akan layu dan gugur. Bunga yang berhasil menjadi polong biasanya hanya bunga yang terbentuk pada sepuluh hari pertama. Bunga yang muncul selanjutnya sebagian besar akan gugur sebelum menjadi ginofora (bakal buah).

  1. Buah

Buah kacang tanah berada di dalam tanah. Setelah terjadi pembuahan, bakal buah tumbuh memanjang dan nantinya akan menjadi tangkai polong. Mula-mula, ujung ginofora yang runcing mengarah ke atas, kemudian tumbuh mengarah ke bawah dan selanjutnya masuk ke dalam tanah sedalam 1-5 cm. pada waktu menembus tanah, pertumbuhan memanjang ginofora akan terhenti. Panjang ginofora ada yang mencapai 18 cm. tempat berhentinya ginofora masuk ke dalam tanah tersebut menajdi tempat buah kacang tanah. Ginofora yang terbentuk di cabang bagian atas dan tidak masuk ke dalam tanah akan gagal membentuk polong.

Setiap polong kacang tanah berisi 1-4 biji, namun kebanyakan 2-3 biji. Setiap pohon memiliki jumlah dan isi polong beragam, tergantung pada varietas dan tanaman yang dibudidayakan.

  1. Biji

Biji kacang tanah terdapat di dalan polong. Kulit luar (testa) bertekstur keras, berfungsi untuk melindungi biji yang berada di dalamnya. Biji terdiri atas lembaga dan keeping biji, diliputi oleh kulit ari tipis(tegmen). Biji berbentuk bulat agak lonjong atau bulat dengan ujung agak datar karena berhimpitan dengan butir biji yang lain selagi di dalam polong. Warna kulit biji bervariasi: merah jambu, merah, cokelat, merah tua, dan ungu.

Kita lihat pada tumbuhan monokotil, kelas ini membawahi sejumlah banga dan suku tumbuhan yang warganya dianggap mempunyai tingkat perkembanagn filogenik yang tingggi. Jenis-jenis tumbuhan yang tergolong  dalam kelas ini dapat dapat dikenal berdasarkan ciri-ciri berikut:

Ciri-ciri morfologi : berupa terna, semak, atau pohon yang mempunyai sistem akar serabut, batnag berkayu atau tidak, biasanya tidak atau tidak banyak banyak bercabang-cabang, buku-buku dan ruas-ruas kebanyakan tampak jelas. Daun kebanyakan tunggal, jarang majemuk, bertulang sejajar atau bertulang melengkung, duduknya berseling (mengikuti rumus 1/2) atau membentuk rozet. Bunga berbilangan tiga, kelopak dan mahkota kadang-kadang tidak dapat dibedakan dan merupakan tenda bunga. Buah dengan biji yang mempunyai endosperm, jarang tidak, lembaga mempunyai  daun lembaga yang berubah menjadi alat penghisap makanan dari endosperm untuk lembaga sebelum dapat makanan sendiri. Baik akar maupun pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung ; pelindung bakal buah menumpang, berjumlah 3-6, masing-masing berisi 2-banyak bakal biji. Buah pecah bila telah masak, dengan celah yang mengahadap ke arah sumbu.biji tanpa endosperm, lembaga lurus..

Adapun kita lihat contohnya seperti apa yang telah kita amati pada jagung, bahwa jagung merupakan salah satu dari contoh tumbuhan yang tergolong monokotil. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.

Bunga betina jagung berupa “tongkol” yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan “rambut”. Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik.

Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.

Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.

Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.

Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

Adapun perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :

1. Bentuk akar

- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut

- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang

2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun

- Monokotil : Melengkung atau sejajar

- Dikotil : Menyirip atau menjari

3. Kaliptrogen / tudung akar

- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra

- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar

4. Jumlah keping biji atau kotiledon

- Monokotil : satu buah keping biji saja

- Dikotil : Ada dua buah keping biji

5. Kandungan akar dan batang

- Monokotil : Tidak terdapat kambium

- Dikotil : Ada kambium

6. Jumlah kelopak bunga

- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga

- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima

7. Pelindung akar dan batang lembaga

- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza

- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil

8. Pertumbuhan akar dan batang

- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

  1. Simpulan

Dikotil mereupakan  tubuhan yang memiliki keping lembaga dua, sedangkan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki keping lembaga tunggal atau satu.

  1. Jawaban soal evaluasi!
  2. pada kacang tanah
    1. Apa yang disebut?

a. radicula adalah akar yang pertama keluar dari embrio

b. plumula adalah calon batang dan bersama daun.

c. mesocotyle adalah suatu alat yang pertumbuhannya mengakibatkan kotiledon terangkat ke permukaan daun.

d. stipula berupa dua halai lembaran serupa daun yang kecil dekat dengan pangkal tangkai daun.

  1. Sebutkan fungsi?
    1. Cotyledone berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
    2. Stipulla berfungsi sebagai pelindung bagi kuncup yang masih muda.
  2. Mengapa kacang tanah bertipe epigeal?

Karena adanya hypokotil, maka mengakibatkan cadangan makanan (sepasang daun lembaga/keping biji/cotyledone) terangkat ke atas permukaan tanah.

  1. Sebutkan penyusun daun majemuk?

Penyusun daun majemuk yaitu menyirip genap tak terbatas terdiri atas  empat anak daun (foliolum) yang membentuk bangun obovatus.

  1. Bagian penyusun daun majemuk!

Daun majemuk lengkap adalah daun yang terdiri atas vagina, lamina, dan pteolus. Sedangkan daun tunggal majemuk adalah daun filodia yaitu suatu helaian daun semu atau palsu karena daun hanya terdiri atas tangkai saja.

B. pada jagung

  1. apa yang disebut?
    1. ligula adalah lidah daun atau bagian yang terdapat pada perbatasan antara pelepah dengan helai daun.
    2. coleopotyle adalah alat pelindung berupa calon batang bersama daun (plumula)
    3. scutellum merupakan nodus yang pertama kali ada.
    4. hypogeal yaitu  perkecambahan yang menyebabkan kotiledon tetap berada dalam tanah.
    5. ligalatus adalah suatu bentuk daun yang mempunyai alat tambahan yang disebut liqula (lidah daun)
    6. sebutkan fungsi dari?
      1. Scutellum fungsinya sebagai tempat tumbuhnya akar seminar ( calon akar serabut).
      2. Liqula fungsinya sebagia penahan supaya air tidak masuk ke batang, agar batang tidak membusuk dan rusak.
    7. Sifat ciri anggota monocotyledone pada bibit jagung yaitu:
      1. Mempunyai satu cotiledone
      2. Akarnya berbentuk serabut
      3. Batangnya tidak bercabang
    8. Perbedaan anatra sistem perakaran tunggang daan serabut yaitu:

Sistem akar tunggang adalah jika lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang becabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil, sedangkan akar serabut adalah jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudia disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih besar dan semuanya keluar dari pangkal batang.

  1. Mengapa tipe kecambah jagung apygeal?

Karena cadangan makanan yang ada pada kecambah ini tetap tinggal/berada di bawah permukaan tanah.

ACARA II

FOLIA (DAUN)

  1. Pelaksanaan praktikum

Hari/tanggal    : Senin, 28 Maret 2011

Tempat            : Lab IPA Biologi IAIN Mataram

Tujuan             : Untuk mengamti variasi daun pada anggota  cormophyta berbiji.

  1. Landasan teori

Daun merupakan bagian dari tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian yang lainnya pada tubuh tumbuhan. Bagian batang atau tempat duduknya  daun dinamakan buku-buku (nodus) batang.  Dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun. (Gembong,2009 :7)

Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.

Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.

Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.

Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). (http://id.wikipedia.org/wiki/daun)

  1. Alat dan bahan

-           Bahan:

  1. Daun Bambusa sp (bambbu)
  2. Daun Piper betle (sirih)
  3. Daun Morinaga oleifera (daun kelor)
  4. Daun Ceiba pentandra (kapuk)
  5. Daun Manihot utilissima (ubi kayu) Carika papaya (pepaya)
  6. Daun Acasia sp (akasia)
  7. Cara kerja
    1. Menggambar masing-masing daun dan menuliskan keterangan secara lengkap.
    2. Menyebutkan nama alat tambahan tersebut.
    3. Membuat deskripsi masing-masing  daun tersebut.

-          Latihan soal:

  1. Kapan daun tersebut sebagai daun tidak lengkap?
  2. Mengapa daun Acacia sp disebut filodia?
  3. Daun Morinaga oleifera merupakan  daun majemuk tingkat/ganda jelaskan?
  4. Sebutkan macam-macam tipe sistem venasi daun?
  5. Sebutkan sireumscript o bahan praktikum  dalam acara ini!
  1. Hasil pengamatan

Gambar daun bambu (Bambusa sp)

Keterangan :

  1. Vagina
  2. Pteolus
  3. Ligula
  4. Costae

Deskripsi

Bambu merupakan tumbuhan monokotil dan termasuk daun tunggal yang lengkap karena ditemukan vagina, lamina, disamping itu juga bambu memiliki tangkai (pteolus), membentuk penasi yang bervariasi dari rectinervis sampai curvinervis (melengkung), bentuk daunnya lonjong, permukaan daunnya kasar, tepi daunny merata, ibu tulang daunnya merata, Nervis literalis (anak tulang daun) terlihat jelas dan bersifat merata juga.

Gambar daun Piper betle

Keterangan :

  1. Tangkai daun (pteolus)
  2. Tulang daun (costae)
  3. Lamina

Deskripsi

Piper betle termasuk tumbuhan monokotil, memiliki helaian daun (lamina) berbentuk jantung terbalik, tepi daun merata, permukaan daun halus, mempunyai anak tulang, tepi daun (repondus) menyirip, termasuk daun yang tidak lengkap karena tidak mempunyai pelepah (vagina), arah tumbuh batangnya membelit, bentuk bangun ovalis dengan 3/2 perbandingan.

Gambar Moringa oleifera

Keterangan :

  1. Batang
  2. Tangkai I
  3. Anak tangkai I
  4. Anak tangkai II
  5. Anak tangkai III
  6. Daun

Deskripsi

Moringa  oliefera termasuk dalam tumbuhan dikotil, daunnya majemuk , bentuk daunnya  menyirip  gasal tiga tidak sempurna, apex, lamina bulat, ibu tangkai daun majemuk dan merupakan perjalanan tangkai daun. Anak tangkai daun 1,2 dan 3 (ptiolus) merupakan ibu tangkai yang mendukung anak daun, bentuk bangun folium oval (bulat)), pinggir rata, permukaan halus.. dan memiliki daun yang tidak lengkap karena tidak mempunyai vagina, tepi daunnya morgofili merata, costanya majemuk mempunyai ibu tangkai, disamping itu mempunyai 3  anak tangkai.

Gambar daun kapuk (Ceiba pentandra)

Keterangan :

  1. Tangkai (pteolus)
  2. Daun (lamina)
  3. Tulang daun (costae)

Deskripsi

Ciba pentandra masuk ke dalam tumbuhan dikotil,  termasuk ke dalam daun tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah (vagina) hanya mempunyai tangkai (ptiolus) dan lamina termasuk daun majemuk menjari,toreh daunnya merdeka, tulang daunnya menyirip sempurna, daun pada umumnya hijau sehingga mengandung klorofil sebagai tempat terjadinya fotosintesis terutama pada bagian atas daun. Tepi daunnya bergerigi kaluar disebut argulus.

Gambar daun Manihot utilissima (ubi kayu)

Keterangan :

  1. Tangkai (pteolus)
  2. Daun (lamina)
  3. Tulang daun (costae)

Deskripsi

Manihot utilissima termasuk tumbuhan monokotil disamping itu juga merupakan daun tidak lengkap kkarena tidak mempunyai vagina, daunnya merata, toreh daunnya tidak merdeka karena helaian daunnya satu dengan yang lainnya belum terpisah.

Gambar daun Acasia sp (akasia)

Keterangan :

  1. Pangkal/pteolus
  2. Urat daun/costae

Deskripsi

Acasia termasuk tumbuhan dikotil, permukaan daunnya halus,urat daunnya sejajar, tepi daun Acacia sp mempunyai tangkai daun/pteolus, ibu tulang daun/costae, daun Acacia sp disebut daun semu karena daunnya merupakan modivikasi dari tangkai yang melebar dan membesar.

  1. Pembahasan

Begitu banyak jenis tumbuh-tumbuhan di dunia ini, tak terhitung banyaknya. Dari sekian banyak tanaman,dapat dibedakan atau dikelompokkan berdasar ciri tertentu,misalnya dari daunnya,buahnya,bunganya,batangnya,dan beberapa sifat lain yang lebih khusus. Dari ciri-ciri tersebut tumbuhan dapat dikelompokkan berdasar phylum,ordo,suku,marga(genus),kelas atau spesies. Metode pengelompokkan ini disebut klasifikasi. Klasifikasi adalah sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau berdasar ciri atau sifat yang dimiliki.

Cara untuk mengklasifikasikan tanaman salah satunya dengan melihat ciri yang dimliki daun pada tanaman tersebut. Dari daun-daun tersebut dapat dibedakan berdasarkan :

-          bangun daun (circum scripto)

-           ujung daun (apex)

-          pangkal daun (basis)

-          susunan tulang daun (nervatio/nenatio)

-          tepi daun (margo)

-          daging daun (intervenium)

-          permukaan daun

-          warna daun,dan lainnya.

Berdasarkan bentuknya,daun dapat dibedakan menjadi bentuk menjari,menyirip dan bulat. Bentuk daun menjari(palminervis)yaitu apabila dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar,seperti jari-jari pada tangan yang jumlahnya ganjil.

Bentuk daun menyirip(penninervis),dengan ciri tulang daun merupakan terusan dari tangkai daun,dan dari tulang ini muncul tulang-tulang cabang kearah samping,mirip sirip ikan,contohnya daun jambu(psidium guajava). Bentuk daun bulat(orbicularis),dengan ciri panjang dan lebar sama.Dari permukaan daun,terlihat beberapa ciri yang dapat dirasakan yang berupa permukaan kasar dan permukaan halus. Ciri ini terlihat dengan ada tidaknya bulu/rambut pada daun. Banyaknya bulu pada daun dapat dirasakan lebih kasar dari pada yang tidak ada bulunya. Pada permukaan yang halus,tampak lebih mengkilap,hal ini terlihat kerena tidak adanya bulu pada daun. Daun yang kasar seperti contoh daun nangka,dan daun yang terlihat mengkilap contohnya daun cempaka.

Pada beberapa daun,terlihat sekali sifat anak tulang daun. Dari beberapa daun,arah anak tulang daun ada yang lebih kesamping,ada juga yang terlihat lebih keatas. Sifat anak tulang daun juga lebih bervariasi,ada yang terlihat lebih menonjol,simetris,dan memiliki cabang-cabang yang jelas terlihat. Contoh dari anak tulang daun yang terlihat lebih jelas/menonjol yaitu daun jambu biji.

Hampir semua daun berwarna hijau,namun tidak semua permukaan daun berwarna hijau. Beberapa daun memiliki warna permukaan daun yang berbeda antara permukaan atas dan bawah. Hal ini tampak terlihat jelas pada daun durian,pada permukaan atasnya terlihat hijau,namun pada permukaan bawahnya,berwarna agak kecoklatan. Pada daun yang lain juga terlihat perbedaan antara permukaan yang atas dan bawah.

Pada ujung daun juga terlihat ciri dan sifat yang berbeda pada setiap daun. Ujung daun dapat bersifat runcing,meruncing,dan membulat. Pada ujung daun yang runcing,terlihat kedua tepi daun menuju keatas sedikit demi sedikit sehingga pertemuannya pada ujung puncak daun membentuk sudut kurang dari 900. Pada daun yang meruncing,kedua tepi daun lebih lebar sehingga ujungnya terlihat lebih lebar dari pada daun yang ujungnya runcing,seperti contoh daun alpukat. Daun yang ujungnya membulat,ujungnya terlihat lebih tumpul,namun tidak membentuk sudut sehingga ujung daun merupakan semacam busur yang bulat,hal ini terlihat pada daun jeruk nipis.

Pada pengamatan yang dilakukan terhadap sepuluh daun yang tersedia,memiliki berbagai ciri yang khusus,misalnya daun durian,memiliki ciri-ciri bentuk daun lonjong,ujung meruncing,anak tulang daun simetris,bentuk tulang daun lurus,dan warna permukaan bawah kecoklatan. Daun yang lain juga memiliki sifat yang berbeda dari daun-daun yang lain.

Adapun ciri-ciri daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut:

  1. Upih daun atau pelepah daun (vagina),
  2. Tangkai daun (petiolus)
  3. Helaian daun (lamina)

2. Daun tidak lengkap

Daun tidak lengkap adalah daun yang hanya terdiri atas satu atau dua dari bagian-bagian daun (pelepah, tangkai, helaian daun).

Mengenai susunan daun tidak lengkap ada beberapa kemungkinan :

  1. Daun Bertangkai yaitu daun yang hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja.
  2. Daun Berupih/ Berpelepah yaitu daun yang terdiri atas upih dan helaian.
  3. Daun duduk yaitu hanya terdiri atas helaian saja, tanpa upih dan batang sehingga helaian langsung melekat atau duduk pada batang.
  4. Daun memeluk batang yaitu daun yang hanya terdiri atas helaian saja tetapi pangkalnya melebar sehingga pangkal daun terlihat seperti memeluk batang.
  5. Helaian daun semu /palsu yaitu daun hanya terdiri atas tangkai saja, tetapi tangkainya tadi menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun.

Berdasarkan letak bagian daun yang melebar dapat dibedakan 4 golongan daun yaitu daun dengan :

  1. Bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun.
  2. Bagian yang terlebar terdapat di bawah tengah-tengah helaian daun.
  3. Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian daun.
  4. Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hampir sama lebarnya.

Jika demikian keadaanya, maka akan kita jumpai kemungkinan bentuk daun seperti berikut :

  1. Bentuk daun Bulat/Bundar (orbicularis). Sering dijumpai pada teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce).
  2. Bentuk daun bangun perisai (peltatus). Contoh pada daun jarak.
  3. Bentuk daun Jorong (ovalis atau ellipticus). Contoh pada daun nangka (Artocarpus integra Merr)
  4. Bentuk daun memanjang (oblongus). Contoh pada daun srikaya (Annona squamosa L.)
  5. Bentuk daun bangun lanset (lanceolatus). Contoh pada daun kamboja (Plumiera acuminata Ait.) dan pada daun oleander (Nerium oleander L.).

Daun yang mempunyai bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya

dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu :

  1. Pangkal daunnya tidak bertoreh.
    1. Bentuk daun bulat telur (ovatus). Contohnya pada daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.)
    2. Bentuk daun segitiga (triangularis). Contohnya pada bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L.)
    3. Bentuk daun delta (deltoideus). Contohnya pada daun air mata pengantin (Antigonon leptopus Hook. et Arn.)
    4. Bentuk daun belah ketupat (rhomboideus). Contohnya pada daun bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.).
    5. Pangkal daunnya bertoreh atau berlekuk.
      1. Bentuk daun jantung (cordatus). Contohnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus L.)
      2. Bentuk daun ginjal atau kerinjal (reniformis). Contohnya pada daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.),
      3. Bentuk daun anak panah (sagittatus). Contohnya pada daun enceng (Sagittaria sagittifolia L.),
      4. Bentuk daun tombak (hastatus). Contohnya pada daun wewehan (Monochoria hastata Solms),
      5. Bentuk daun bertelinga (auriculatus). Contohnya pada daun tempuyung (Sonchus asper Vill.).

Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian daun. Dalam hal yang sedemikian kemungkinan bentuk daun (bangun daun) yang dapat kita jumpai adalah

  1. Bangun bulat telur sungsang (obovatus). Contohnya pada daun sawo kecik (Manilkara kauki Dub.),
  2. Bangun jantung sungsang (obcordatus). Contohnya pada daun sidaguri (Sida retusa L.)
  3. Bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus). Contohnya pada anak daun semanggi (Marsilea crenata Presl.)
  4. Bangun sudip /spatel/solet. Contohnya pada daun lobak Raphanus sativus L.).

Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hampir sama lebar. Dalam kelompok ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjangnya daun.

  1. Bangun garis (linearis). Contohnya pada daun jenis rumput-rumputan (Gramineae).
  2. Bangun pita (ligulatus). Contohnya pada daun jagung (Zea mays L.),
  3. Bangun pedang (ensiformis). Contohnya pada daun nanas sebrang (Agave sisalana Perr., Agave cantala Roxb.),
  4. Bangun paku atau dabus (subulatus). Contohnya pada daun Araucaria cunninghamii Ait.),
  5. Bangun jarum (acerosus). Contohnya pada daun Pinus

Sebagaimana hasil pengamatan yang kami lakukan pada daun (folium) dari masing-masing daun tumbuhan yang diambil untuk diamati, bahwa dari masing-masing daun itu sangat berbeda-beda sekali bentuknya ataupun sifatnya. Berikut akan dijabarkan satu persatu berdasarkan hasil praktikum:

Pertama pada  bambu. Bambu merupakan tumbuhan monokotil dan termasuk daun tunggal yang lengkap karena ditemukan vagina, lamina, disamping itu juga bambu memiliki tangkai (pteolus), membentuk penasi yang bervariasi dari rectinervis sampai curvinervis (melengkung), bentuk daunnya lonjong, permukaan daunnya kasar, tepi daunny merata, ibu tulang daunnya merata, Nervis literalis (anak tulang daun) terlihat jelas dan bersifat merata juga.

Piper betle termasuk tumbuhan monokotil, memiliki helaian daun (lamina) berbentuk jantung terbalik, tepi daun merata, permukaan daun halus, mempunyai anak tulang, tepi daun (repondus) menyirip, termasuk daun yang tidak lengkap karena tidak mempunyai pelepah (vagina), arah tumbuh batangnya membelit, bentuk bangun ovalis dengan 3/2 perbandingan.

Moringa  oliefera termasuk dalam tumbuhan dikotil, daunnya majemuk , bentuk daunnya  menyirip  gasal tiga tidak sempurna, apex, lamina bulat, ibu tangkai daun majemuk dan merupakan perjalanan tangkai daun. Anak tangkai daun 1,2 dan 3 (ptiolus) merupakan ibu tangkai yang mendukung anak daun, bentuk bangun folium oval (bulat)), pinggir rata, permukaan halus.. dan memiliki daun yang tidak lengkap karena tidak mempunyai vagina, tepi daunnya morgofili merata, costanya majemuk mempunyai ibu tangkai, disamping itu mempunyai 3  anak tangkai.

Ciba pentandra masuk ke dalam tumbuhan dikotil,  termasuk ke dalam daun tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah (vagina) hanya mempunyai tangkai (ptiolus) dan lamina termasuk daun majemuk menjari,toreh daunnya merdeka, tulang daunnya menyirip sempurna, daun pada umumnya hijau sehingga mengandung klorofil sebagai tempat terjadinya fotosintesis terutama pada bagian atas daun. Tepi daunnya bergerigi kaluar disebut argulus.

Manihot utilissima termasuk tumbuhan monokotil disamping itu juga merupakan daun tidak lengkap kkarena tidak mempunyai vagina, daunnya merata, toreh daunnya tidak merdeka karena helaian daunnya satu dengan yang lainnya belum terpisah.

Pada umumnya Acacia mencapai tinggi lebih dari 15 meter, kecuali pada tempat yang kurang menguntungkan akan tumbuh lebih kecil antara 7 – 10 meter. Pohon acacia  yang tua biasanya berkayu keras, kasar, beralur longitudinal dan warnanya bervariasi mulai dari coklat gelap sampai terang. Dapat dikemukakan pula bahwa bibit Acacia yang baru berkecambah memiliki daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Daun ini sama dengan sub famili Mimosoideae misalnya Paraseanthes falcataria, Leucaena sp, setelah tumbuh beberapa minggu Acacia  tidak menghasilkan lagi daun sesungguhnya tetapi tangkai daun sumbu utama setiap daun majemuk tumbuh melebar dan berubah menjadi phyllodae atau pohyllocladus yang dikenal dengan daun semu, phyllocladus kelihatan seperti daun tumbuh umumnya. Acacia dapat tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, meskipun demikian tanaman ini membutuhkan perawatan khusus jika ditanam sebagai tanaman kebun karena daunnya yang banyak berguguran.

  1. Simpulan

Klasifikasi tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat ciri dan sifat pada daun contohnya, bentuknya, ujungnya, pangkalnya, susunan tulang-tulangnya, tepinya ,daging daunnya, permukaan daunnya, arah anak tulang,bentuk tulang daun, dan warna permukaan daun.

  1. Latihan soal evaluasi!
    1. Kapan adaun disebut dauan tidak lengkap?

-          Di saat daun itu kehilangan satu daun atau dua bagian dari tiga bagain daun tersebut (vagina, lamina, dan ptiolus)

  1. Mengapa daun Acacia sp disebut daun filodia?

-          Karena daun Acacia sp merupakan hasil modivikasi dari tangkai.

  1. Daun Moringa oliefera dikatakan daun majemuk tingkat/ganda 3 yaitu?

-          Karena dalam satu tangkai benyak helaian daun.

  1. Macam-macam tipe venasi?

-          Venasi daun menjari, venasi daun sejajar, venasi daun menyirip, dan venasi daun melengkung.

  1. Sireumscriptio bahan praktikum acara ini yaitu:

-          Membundar (nabula), meruncing, seperti jantung, dan menjari.

ACARA III

PHILLOTHAXIS DISPOSITION FOLIORUM

(DUDUK DAUN PADA BATANG)

  1. Pelaksanaan praktikum

Hari/tanggal    : Senin, 28 Maret 2011

Tempat            : Lab IPA Biologi IAIN Mataram

Tujuan             : Untuk mengetahui letak duduk daun pada batang

  1. Landasan teori

Daun-daun pada suatu tumbuahn biasanya terdapat pada batang dan cabang-cabangnya, ada pula kalanya daun-daun suatu tumbuhan berjejal-jejal pada suatu bagian batang, yaitu pada pangkal batang atau pada ujungnya. Umumnya daun pada batang terpisah-pisah dengan suatu jarak yang nyata.

Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku-buku batang (nodus), dan bagian ini sering kali tampak sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu cincin. ( Gembong, 2009:63-65)

Daun melekat pada bagian buku-buku batang. Jumlah daun pada setiap buku dapat terdiri dari satu daun (tersebar), dua daun (berhadapan) atau berkarang (3 daun atau lebih). Meskipun tersebar, letak daun tetap teratur mengikuti rumus tata letak daun yang membentuk deret Fibonacci.( Ratna, 2007 : 25)

  1. Alat dan bahan

-          Bahan

  1. Batang ubi kayu (Manihot utilissima)
  2. Batang pepaya (Carica papaya)
  3. Batang bunga asoka (Ixora paludosa)
  4. Batang rumput teki (Cyperus rotundus)
  5. Cara kerja
    1. Memperhatikan secara seksama setiap spesimen yang tersedia
    2. Menggambar sesuai dengan organ yang diamati
    3. Menunjukkan bagian penyusunnya dan menuliskan keterangan lengakap
    4. Menulis uraian deskripsi
    5. Hasil pengamatan

Gambar  ubi kayu ( Manihot utilissima)

Keterangan :

  1. Batang
  2. Nodus
  3. Inter nodus

Deskripsi

Memiliki rumus duduk daun 2/5. Angka 2 merupakan jumlah putaran spiral, sedangkan angka 5 adalah jumlah daun pada dua kali putaran spiral  merupakan jumlah putaran pada batang untuk mencapai posisi daun yang tegak lurus dengan daun yang pertama. Garis lurus pada bagan merupakan penghubung nomer 1 sampai dengan nomer 6 disebut ortostik. Disamping itu juga dia mempunyai bagian batang, adapun bagiannya adalah ada nodus dan inter nodus.

Gambar pepaya ( Carica papaya)

Keterangan :

  1. Batang
  2. Nodus
  3. Inter nodus

Deskripsi

Termasuk tumbuhan tidak jelas monokotil atau dikotilnya, batangnya agak basah, jarak antara nodus yang satu dengan yang lainnya adalah tidak berhadapan, memiliki rumus duduk daun 3/8. 3 merupakan jumlah putaran spiral, sedangkan angka 8 adalah jumlah daun pada 3 kali putaran spiral setelah dikurangi 1. Angka 1-V menunjukkan letak posisi daun. Rumus duduk daun Carica papaya  dapat diamati pada saat muda maupun tua karena tumbuhnya tegak.

Gambar  Ixora paludosa

Keterangan :

  1. Batang
  2. Daun
  3. Pteolus bunga
  4. Bunga

Deskripsi

Ixora paludosa tidak memiliki rumus daun, karena duduk daun pada batang saling berhadapan silang (suatu nodus memiliki daun yang saling berhadapan), permukaan batangnya kasar, nodusnya terdiri dari satu pasang.

Gambar rumput teki (Cyperus rotundus)

Keterangan :

  1. Flos terminalis
  2. Braktiola
  3. Daun roset
  4. Radix adventisia

Deskripsi

Cyperus rotundus juga tidak memiliki rumus daun melainkan roset akar di mana daunnya terkesan berjejal dengan nodus atau jarak sangat kecil  dan tangkai bungannya  berbentuk perugi, tangkai bunganya berukuran lancoolaatus (landet)

  1. Pembahasan

Sebagaiman kita ketahui bahwa pada daun-daun suatu tumbuhan biasanya terdapat pada batang dan cabang-cabangnya, adapula kalanya daun-daun pada suatu tumbuhan berjejal-jejal pada suatu bagian batang. Yaitu pada pangkal batang atau ujungnya. Umumnya daun pada batang terpisah-pisah dengan suatu jarak yang nayta.

Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku-buku batang (nodus). Dan bagian ini sering sekali tampak sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu cincin. Jika kita membandingkan  duduknya daun pada batang berbagai tumbuhan. Ternyata bahwa ada perbedaan. Terutama perbedaan itu  mengenai aturan letak daun-daun antara satu sama lain pada batang tadi.

Aturan mengenai letak daun inilah yang dinamakn tata letak daun. Untuk semua tumbuhan yang sejenis, akan kita dapti letak daun yang sama. Oleh sebab itu tata letak daun  dapat pula dipakai sebagai tanda pengenal suatu tumbuhan.

Untuk mengetahui bagimana letak daun pada batang harus kita tentukan lebih dahulu berapa jumlah daun yang terdapat pada satu buku-buku batang, yang kemungkinan ialah :

  1. Pada setiap buku-buku hanya terdapat satu daun saja tidak lebih.
  2. Pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun yang berhadap-hadapan satu sama lain.
  3. Pada setiap buku-buku batang terdapat lebih dari dua daun.

Berdasaarkan jumlah buku-buku pada batang yang memperlihatkan tiga kemungkinan di atas dapat kita buat suatu ikhtisar mengenai tata letak daun sebagai berikut:

  1. Pada tiap-tiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun.

Apabila seperti itu keadaannya, maka tata letak daunnya dinamakan tersebar/ folis sporsa.

Walaupun dinamakan tersebar, tetapi jika diteliti justru akan kita jumpai hal-hal yang sangat menarik, dan akan ternyata bahwa ada hal-hal yang bersifat beraturan.

Selanjutnya pada berbagai jenis tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, kadang-kadang kelihatan  daun-daun yang rapat berjejal-jejal, yaitu jika ruas-ruas batang amat pendek sehingga duduk daun pada batang tampak hampir sama tinggi, dan sangat sukar untuk menentukan urutan-urutan tua mudanya. Daun-daun yang mempunyai susunan demikian disebut suatu : roset.

Kita membedakan:

  1. Roset akar yaitu jika batang amat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal di atas tanah, jadi roset itu amat dekat dengan akar.
  2. Roset batang, jika daun yang rapat berjejal-jejal itu terdapat pad ujung batang.
  3. Pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun.

Dalam hal ini dua daun pada setiap buku-buku itu letaknya berhadapan. Pada buku-buku batang berikutnya biasanya kedua daunnya membentuk suatu silang dengan dua daun yang di bawahnya tadi. Tata letak daun yang demikian ini dinamakan : berhadapan bersilang.

  1. Pada tiap-tiap buku-buku batang terdapat lebih dari dua daun.

Tat letak daun yang seperti itu dinamakan : berkarang.

Perlu diketahui bahwa tumbuhan dengan tata letak daun berhadapan dan berkarang tak dapat ditentukan rumus daunnya, tetapi juga pada duduk daun yang demikian dapat pula diperhatikan adanya ortostik-ortostik yang menghubungkan daun-daun yang tegak lurus satu sama lain.

Adapun bagan atau skema dan diagram tata letak daun dapatb kita lakukan dengan dua jalan :

  1. Membuat bagan atau skema letak daunnya

Untuk melakukan ini batang tumbuhan kita gambar sebagai selinder dan padanya digambar membujur ortostik-ortostiknya. Demikian pula buku-buku batngnya. Untuk menghindarkan kekeliruan pada garis-garis yang menggambarkan masing-masing bagian tadi dibuat berbeda-beda. Daun-daunnya digambar sebagai penampang lintang helaian daun yang diperkecil, jadi sebagai suatu segi tiga dengan dasar lebar terlentang. Jika yang digambar tata letak daun daun dengan rumus 2/5 misalnya. Kita terlebih dahulu menggambar 5 ortostiknya, dan seterusnya daun-daun pada setiap buku-bukunya yang jaraknya satu sama lain sejauh 2/5 lingkaran. Maka kita akan melihat bahwa dengan daun yang mana saja, setelah garis spiral genetik melingkari batang sampai dua kali akan melewati 5 daun selama melingkar dua kali tadi.

  1. Diagram tata letak daun

Untuk membuat diagram batang  tumbuhan harus dipandang sebagai kerucut yang memanjang, dengan buku-buku batngnya sebagai lingkaran-lingkaran yang sempurna. Jika dicerminkan pada bidang datar,buku-buku batang akan menjadi lingkaran-lingkaran yang konsentris dan puncak batang akan merupakan titik pusat semua lingkaran  tadi.

Seperti apa yang telah kita amati pada  letak duduk daun pada batang ketika praktikum, akan dijabarkan satu persatu dari masing-masing spesimen.

Pada  Manihot utilissima memiliki rumus duduk daun 2/5. Angka 2 merupakan jumlah putaran spiral, sedangkan angka 5 adalah jumlah daun pada dua kali putaran spiral  merupakan jumlah putaran pada batang untuk mencapai posisi daun yang tegak lurus dengan daun yang pertama. Garis lurus pada bagan merupakan penghubung nomer 1 sampai dengan nomer 6 disebut ortostik. Disamping itu juga dia mempunyai bagian batang, adapun bagiannya adalah ada nodus dan inter nodus.

Termasuk tumbuhan tidak jelas monokotil atau dikotilnya, batangnya agak basah, jarak antara nodus yang satu dengan yang lainnya adalah tidak berhadapan, memiliki rumus duduk daun 3/8. 3 merupakan jumlah putaran spiral, sedangkan angka 8 adalah jumlah daun pada 3 kali putaran spiral setelah dikurangi 1. Angka 1-V menunjukkan letak posisi daun. Rumus duduk daun Carica papaya  dapat diamati pada saat muda maupun tua karena tumbuhnya tegak.

Ixora paludosa  tidak memiliki rumus daun, karena duduk daun pada batang saling berhadapan silang (suatu nodus memiliki daun yang saling berhadapan), permukaan batangnya kasar, nodusnya terdiri dari satu pasang.

Cyperus rotundus juga tidak memiliki rumus daun melainkan roset akar di mana daunnya terkesan berjejal dengan nodus atau jarak sangat kecil  dan tangkai bungannya  berbentuk perugi, tangkai bunganya berukuran lancoolatus (landet)

Rumput Teki (Cyperus rotundus) termasuk suku Cyperaceae (teki-tekian). Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:

  1. Rumput teki merupakan rumput semu menahun, tingginya 10-95 cm
  2. Batang rumputnya berbentuk segitiga (truangularis) dan tajam
  3. Daunnya berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang

Akar dengan pelepah daunnya tertutup tanah, helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar, permukaan atas berwarna hijau mengilat dengan panjang daun 10-30 cm dan lebar 3-6 cm. memiliki allelophat yang mampu membunuh tumbuhan lainnya

  1. Simpulan

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan,bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebuit buku-buku batang (nodus). Nodus-nodus inilah yang membedakan rumus masing-masing daun pada tumbuahn.

ACARA IV

ORGAN TUMBUHAN HASIL MODIVIKASI

DARI ORGAN POKOK YANG BERSIFAT VEGETATIF

  1. Pelaksanaan praktikum

Hari/tanggal    : Senin, 28 Maret 2011

Tempat            : Lab IPA Biologi IAIN Mataram

Tujuan             : untuk mengenal, mengatahui dan mengamati berbagai macam pokok organ tumbuhan yang merupakan hasil modivikasi organ poko (daun, bunga, dan akar yang bersifat vegetatif)

  1. Landasan teori

Bagian tumbuhan yang pokok hanyalah tiga saja, yaitu: akar, batang dan daun, sedang bagian-bagian lain pada tumbuhan hanyalah penjelmaan salah satu di antara ketiga bagian pokok tersebut. ( Gembong,2009: 100).

Daun dapat mengalami modifikasi membentuk piala, gelembung atau penangkap serangga lainnya yang berfungsi dalam absorbsi air dan nutrisi tambahan. Selain itu dapat membentuk duri untuk pertahanan diri atau sulur sebagai alat panjat. Kokot merupakan sulur yang keras, seperti duri. Akar juga dapat mengalami modifikasi membentuk akar napas atau akar lutut untuk mencukupi kebutuhan O2 akibat tempat tumbuhnya sering tergenang.(daerah mangrove). Alat tambahan berupa trikoma atau emergensia merupakan modifikasi epidermis dan jaringan di bawahnya. Duri trikoma letaknya tersebar tidak teratur dan mudah dilepas.( Ratna, 2007:19)

Reproduksi vegetative merupakan perkembangan yang tidak melalui proses pembuahan hingga reproduksi ini tidak memerlukan sel kelamin. Akibatnya, sifat-sifat tumbuhan baru hasil reproduksi ini sama dengan tumbuhan induknya. Samanya sifat tumbuhan baru dengan induknya tersebut unggul. Reproduksi vegetative dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetative alami dan reproduksi vegetative buatan.(http://aadesanjaya.blogspot.com/)

  1. Alat dan bahan
    1. Stolon Imperata cylindrical  (geragih ilalang)
    2. Bulbus Allium cepa (umbi lapis bawang merah)
    3. Tuber Manihot utilissima ( umbi singkong)
    4. Rhizoma Zingiber officinale (rimpang jahe)
    5. Tuber Daucus carota ( umbi wortel)
    6. Tuber Sollanum tuberosum (umbi kentang)
    7. Batang Citrus sp (jeruk)
    8. Cara kerja
      1. Memperhatika secara seksama masing-masing spesimen yang tersedia, kemudian menggambar sesuai dengan organ yang kita amati lalu menunjukkan bagian-bagian penyusunnya dan menulis keteranggggannya.
      2. Menulis uraian deskripsinya.
      3. Hasil pengamatan

Gambar stolon pada Imperata cylindrical

Kerterangan :

  1. Stolon
  2. Radix
  3. Calon individu baru
  4. Ruas atau inter nodus
  5. Buku (nodus)

Deskripsi

Stolon merupakan hasil modivikasi batang  dan daun yang telah mengalami kemunduran (reduksi), sebab stolon berada dalam tanah yang arah pertumbuhannya mendatar sehingga dengan sendirinya dalam hal ini daun tidak dapat berfungsi  melangsungkan proses fotosintesis. Stolon tersebut berfungsi sebagai organ bertahan dan alat refroduksi aseksual, warna putih kekuningan tidak beraroma, fungsi ilalang itu sendiri adalah sebagi atap rumah, ruas antar nodus terlihat jelas, dan dia mempunyai akar sekunder (radix adventitia) dan juga bersifat akar serabut.

Gambar bulbul Allium cepa (bawang merah)

Keterangan :

  1. Helaian tunas
  2. Radix adventia
  3. Lapisan pelepah
  4. Gema bulbus
  5. Gemabulbi
  6. Batang (caulis)

Deskripsi :

Bulbus merupakan hasil penjelmaan dari batang bersama pelepah daun, organ ini membentuk lapisan –lapisan dari pelepah daun yang menebal sehingga disebut umbi lapis, berada dalam tanah dan sifatnya kompak sehingga disebut bulbus tunicatus, warna keunguan karena mangandung pigmen (diduga kromoplas), aroma sangat merangsang dan dapat menimbulkan iritasi pada mata. Fungsinya adalah sebagai alat bertahan, tempat menimbun cadangan makanan dan sebagai alat reproduksi aseksual, sedang bagi manusia dimanfaatkan sebagai bahan sayur, penyedap makanan dan obat

Gambar Manihot utilissima

Keterangan :

  1. Tuber
  2. Caulis
  3. Lapisan bergabus
  4. Korteks
  5. Kambium
  6. Xilem primer
  7. Stil

Deskripsi

Tuber merupakan organ penjelmaan dari akar serbut, sebagai ciri utama adalah tidak terdapat di buku, ruas dan serta mata tunas, kulit paling luar berupa lapisan bergabus mudah mengelupas, warna coklat di bagian dalamnnya adalah adalah bagian korteks (kulit ubi), jika kulit ubi ini dikupas terdapat lapisan tipis yang licin disebut kambium. Bagian terbesar dan mendominasi organ ini yaitu stele yang kaya akan amilum berwarna putih sampai kekuning-kuningan dan bila mulai rusak atau tersimpan lama warna  berubah menjadi abu-abu atau kehitaman. Bagian tengah atau pusat merupakan xlem primer, manfaat bagi tumbuhannya sebagai cadangan makanan saja sedangkan bagi manusia sebagai bahan pengganti beras atau dibuat makanan selingan. Bisa juga dijadikan sebagai obat tradisional.

Gambar Zingiber officinale

Keterangan :

  1. Rizoma
  2. Radix
  3. Nodus
  4. Sisik (lepis)
  5. Tunas (gema)

Deskripsi

Rizoma merupakan hasil modivikasi dari batang bersama-sama daun, sebagai ciri adalah adanya ruas buku dan mata tunas, berada di dalam tanah sehingga daun-daun mengalami kemunduran berubah menjadi sisik tipis, warna kulit luar coklat muda berupa lapisan gabus, bagian dalam kekuningan, aroma khas jahe menimbulkan rasa panas pada kulit dan dapat menyebabkan iritasi pada mata, jika dimkan dalam bentuk segar terasa pedas bercampur pahit, manfaat bagi tuimbuhannya adalah sebagai penimbun cadangan makanan, organ bertahan serta organ refroduksi aseksual. Manusia memanfaatkan rizoma sebagai pengahngat tubuh karena mengandung minyak astiri.

Gambar Daucus carota

Keterangan :

  1. Caulis
  2. Akar primer ([rimaria)
  3. Akar sekunder (adventia)
  4. Stele
  5. Korteks
  6. Radiks

dwskripsi

Tuber pada Daucus carota  ini berasal dari kar primer sebagai ciri tanda adalah tidak terdapat  buku atau ruas serta tunas-tunas, arah tumbuh tegak lurus. Bentuk seperti mata tombak (fusifarsis), warna jingga disebabkan oleh kandungan pigmen dalam kloroplas, aroma harum apabila dipotong arah melintang akan tampak bagian stele (di bagian tengah), warna agak pucat dan bagian korteks (sebelah luar) warna lebih nyata atau tajamm sedangkan paling luar dilapisi oleh jaringan gabus yang berfungsi sebagai pelindung. Manfaat bagi tumbuhannya digunakan sebagai tempat cadangan makanan, sedang bagi manusia dijadikan sebagai bahan makanan dan obat.

Gambar Citrus sp

                                                            Keterangan  :

  1. Spina
  2. Caulis
  3. Folia

Deskripsi

Spina pada Citrus sp berasal dari modivikasi cabang atau bahan sehingga disebut duri sejati atau spina caulogenum. Ciri adalah bahwa tersebut sulit sekali lepas sebab berhubungan langsung dengan jaringan kayu. Manfaat bagi tumbuhannya adalah untuk pertahanan terhadap hama, herbivora atau perusak lainnya.

  1. Pembahasan

Selain bereproduksi secara generatif, beberapa jenis tumbuhan mampu bereproduksi secara vegetatif. Reproduksi secara vegetatif adalah suatu proses aseksual yang tidak melibatkan gamet-gamet (sel-sel kelamin), penyerbukan, dan pembuahan. Tumbuhan baru yang terbentuk dari reproduksi secara vegetatif biasanya identik secara genetik dengan tumbuhan induknya.

Adapun pada tumbuhan  tingkat tinggi, reproduksi vegetatif dapat terjadi secara alami dan secara buatan.

Reproduksi vegetatif pada tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu secara alami dan secara buatan :

a. Reproduksi Vegetatif Alami

1) Pembelahan, misalnya ; ganggang biru, bakteri bersel satu.

2) Fragmentasi, misalnya ganggang bersel banyak, ganggang berbentuk koloni.

3) Geragih/stolon, misalnya; arbei.

Stolon adalah cabang dengan ruas-ruas panjang yang tumbuh merayap di atas tanah, dari buku-bukunya muncul tunas tumbuhan baru.

4) Rimpang/rhizome/akar tinggal, misalnya pada tumbuhan suku Zingiberaciae, bunga tasbih (Canna edulis), lengkuas (Alpinia galaga), jahe (Zingiber officinale), garut (Maranta arudinaceae).

5) Umbi lapis, misalnya ; bawang merah (Allium cepa) dan bawang daun (Allium fistulosum).

6) Umbi batang misalnya; kentang (Solanum tuberosum)

7) Umbi akar, misalnya dahlia

8) Akar, misalnya ; cemara, sukun.

9) Tunas adventif, misalnya cocor bebek (Kalanchoe sp)

b. Reproduksi Vegetatif Buatan

Antara lain :

1) Stek, misalnya : ketela pohon, waru

2) Mencangkok, misalnya : mangga, dan jeruk

3) Okulasi (menempel), misalnya : jambu air

4) Mengeten (menyambung), misalnya : jeruk mawar

5) Merunduk, contohnya : alamanda

Keuntungan dan kerugian perkembangbiakan tumbuhan vegetatif buatan.

Keuntungan :

1) Lebih cepat berbuah

2) Tumbuhan dapat dikembangbiakkan lebih cepat

3) Dapat menghasilkan tanaman baru yang sama sifatnya dengan indukknya

4) Dapat mengembangbiakkan dan melestarikan tumbuhan walaupun tidak menghasilkan biji. Contohnya : pisang.

Kerugian

1) Tanaman yang dicangkok tidak sekuat tanaman dengan biji

Tidal memiliki vareasi dalam keturunan, sehingga daya tahan terhadap penyakit rendah.

a. Reproduksi Vegetatif secara alami

Reproduksi vegetatif secara alami pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan tunas, tunas adventif, rizom, umbi lapis, umbi akar, umbi batang, dan geragih atau stolon.

1. Tunas

Pada umumnya tunas muncul pada buku atau nodus batang. Contohnya adalah tunas tanaman pisang yang tumbuh pada buku-buku batang yang tertanam di dalam tanah.

2. Tunas Adventif

Tunas Adventif disebut juga tunas liar. Tunas liar tidak tumbuh pada buku-buku batang, tetapi paa tepi daun (contohnya, cocor bebek) atau pada akar (contohnya, cemara, sukun, dan kersen)

3. Rizom

Sebutan lain untuk rizom adalah akar rimpang atau akar tinggal. Walaupun disebut "akar", sesungguhnya rizom adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Seperti batang pada umumnya, rizom memiliki buku-buku (ruas-ruas) dan daun-daun. Daun-daun dan rizom tidak berwarna hijau dan hanya berupa selaput tipis seperti sisik. Dari tiap buku dapat tumbuh tunas yang akan muncul ke permukaan tanah sebagai tumbuhan baru. Rizom terdapat pada tumbuhan dari kelompok Zingiberaceae (misalnya, jahe, kunyit, dan kencur) serta pada tumbuhan bambu.

4. Umbi Lapis

Umbi lapis atau bulbus sebenarnya adalah batang pendek dengan ruas-ruas yang sangat rapat dan dikelilingi oleh berlapis-lapis daun yang tebal, berdaging, serta lunak. Di dalam daun-daun ersebut tersimpan makanan cadangan. Reproduksi vegetatif terjadi ketika mulai kuncup atau suing atau bulbus lateral di samping bulbus induk. Umbi lapis terdapat pada bawang merah, bawang putih, dan bunga daffodil.

5. Umbi Akar

Umbi akar merupakan akr yang menggembung berisi makanan cadangan, misalnya pada bunga dahlia. Sesungguhnya, umbi akar tidak dapat membentuk tunas. Meskipun begitu, Umbi akar dahlia memiliki sisa-sisa pangkal batang sebagai tempat tumbuhannya tunas-tunas bar. Tunas-tunas itu selanjutnya dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dahlia baru.

6. Umbi Batang

Suatu umbi batang, misalnya kentang, merupakan pembengkakan ujung batang lateral yang tumbuh di dalam tanah. Ujung batang tersebut membengkak karena berisi makanan cadangan. Karena sesungguhnya merupakan batang, pada umbi batang terdapat kuncup-kuncup tunas. Dengan menggunakan makanan cadangan yang ada di dalam umbi, kuncup-kuncup tunas itu dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.

7. Geragih Atau Stolon

Geragih atau stolon merupakan batang yang tumbuh menjalar di permukaan tanah atau sedikit di bawah permukaan tanah. Pada geragih, ujung batang akan teru tumbuh menjalar. Pada batang tersebut terdapat buku-buku dengan jarak antar buku sangat panjang. Pada tiap buku terdapat kuncup (tunas) yang tidak hanya membentuk batang, tetapi juga akar sehingga akan terbentuk tumbuhan baru. Geragih dapat dijumpai pada tanaman stroberi dan pegagan.

b. Reproduksi Vegetatif secara Buatan

Reproduksi Vegetatif secara buatan adalah reproduksi yang sengaja dilakukan oleh manusia, terutama untuk kepentingan pertanian dan holtikultura. Ada beberapa cara Reproduksi Vegetatif buatan yang umumnya dilakukan, antara lain menyetek, mencangkok, merunduk, menempel, dan menyambung.

1. Menyetek

Menyetek adalah mengembangbiakkan atau memperbanyak tumbuhan dengan menggunakan bagian-bagian tumbuhan, seperti batang, daun, dan akar. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan stek batang umumnya adalah tumbuhan yang berkayu, misalnya singkong, atau ketela pohon, mangga, rambutan, mawar, dan kembang sepatu. Sementara itu, setek daun dapat dilakukan pada tumbuhan yang dapat berkembangbiak dengan tunas adventif pada daun, misalnya cocor bebek dan begonia. Demikian juga setek akar, dapat dilakukan pada tumbuhan yang bereproduksi vegetatif dengan tunas adventif pada akar, contohnya cemara, sukun, dan kesemek.

2. Mencangkok

Upaya untuk menumbuhkan akar pada ranting atau cabang tumbuhan dinamakan mencangkok. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil yang berkayu dan berkambium, contohnya jeruk, jambu, mangga, mawar, bogenvil, dan belimbing. Setelah tumbuh akar, cabang yang dicangkok dapat dipotong dan ditanam dalam tanah. Dibandingkan perbanyakan tumbuhan dengan cara lain, tingkat keberhasilan mencangkok lebih tinggi.

3. Merunduk

Merunduk adalah membengkokkan batang atau cabang tumbuhan kearah bawah sehingga hingga menyentuh tanah. Kemudian, di bagian batang atau cabang tumbuhan yang menyentuh tanah dibuat goresan dan ditimbun dengan tanah. Dari bagian yang ditimbun dengan tanah akan tumbuh akar. Jika akar sudah cukup kuat, batang atau cabang yang menghubungkan anakan dengan tumbuhan induk dapat dipotong. Cara ini dapat dilakukan pada tanaman apel, anyelir, alamanda, dan anggur.

4. Menempel

Menempel atau okulasi adalah menempelkan mata tunas suatu tumbuhan ke batang tumbuhan lain yang sejenis. Tujuannya adalah untuk menggabungkan dua sifat unggul yang berbeda sehingga diperoleh tumbuhan dengan sifat-sifat yang diinginkan. Sebagai contoh, suatu jenis tanaman mangga yang berbatang dan berakar kuat, tetapi buahnya masam, diokulasi atau ditempeli dengan mata tunas tanaman mangga lain yang buahnya manis, tetapi berbatang dan berakar lemah dengan okulasi tersebut, diharapkan diperoleh jenis tanaman mangga yang berbatang dan berakar kuat serta menghasilkan buah yang manis.

5. Menyambung

Sebutan lain untuk menyambung adalah mengenten atau grafting. Menyambung atau mengenten memiliki tujuan yang sama dengan menempel atau okulasi, yaitu menggabungkan dua sifat unggul tanaman untuk memperoleh tanaman dengan sifat-sifat yang diharapkan. Tanaman yang dapat disambung adalah tanaman yang berkerabat dekat, misalnya satu famili. Contoh tanaman yang dapat disambungkan adalah jambu sukun dan jambu biji atau ketela rambat dan kangkung darat, singkong biasa dengan singkong karet.

Reproduksi bertujuan untuk mempertahankan suatu jenis organisme agar tetap lestari. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan tingkat tinggi dilakukan secara alami atau buatan. Reproduksi vegetatif alami dilakukan dengan menggunakan stolon, rhizome, kormus, dan tuber. Reproduksi vegetatif buatan dilakukan dengan cara menyetek, merunduk, mencangkok, menyambung dan okulasi.

Reproduksi generatif pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu terbentuknya individu baru hasil peleburan sel telur dan sel sperma. Proses peleburan itu disebut fertilisasi yang sebelumnya didahului pleh proses penyerbukan (polinasi) polinasi adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik berdasarkan asal serbuk sari, ada empat macam penyerbukan, yaitu otogami, geitonogami, allogami/xenogami, dan bastar/hibridisasi.

Ada empat faktor penyebab sampainya serbuk sari pada kepala putik, yaitu perantara air (hidrogami), perantara hewan (ziodiogami), perantara serangga (entomogami), dan perantara manusia (antropogami).

Fertilisasi pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) hanya terjadi satu kali peleburan (inti sperma dengan ovum), yang disebut pembuahan tunggal. Sedangkan fertilisasi pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) terjadi dua kalui peleburan (inti sperma I dengan ovum dan inti sperma II dengan kandunga lembaga sekunder) yang disebut pembuahan ganda.

Dari hasil pengamatan yang telah kita lakukan terhadap masing-masing spesimen tentang  organ tumbuhan yang merupakan hasil modivikasi dari organ pokok yang bersifat vegetatif adalah dapat dijelaskan sebagai berikut.

Spina pada Citrus sp berasal dari modivikasi cabang atau bahan sehingga disebut duri sejati atau spina caulogenum. Ciri adalah bahwa tersebut sulit sekali lepas sebab berhubungan langsung dengan jaringan kayu. Manfaat bagi tumbuhannya adalah untuk pertahanan terhadap hama, herbivora atau perusak lainnya.

Tuber pada Daucus carota  ini berasal dari kar primer sebagai ciri tanda adalah tidak terdapat  buku atau ruas serta tunas-tunas, arah tumbuh tegak lurus. Bentuk seperti mata tombak (fusifarsis), warna jingga disebabkan oleh kandungan pigmen dalam kloroplas, aroma harum apabila dipotong arah melintang akan tampak bagian stele (di bagian tengah), warna agak pucat dan bagian korteks (sebelah luar) warna lebih nyata atau tajamm sedangkan paling luar dilapisi oleh jaringan gabus yang berfungsi sebagai pelindung. Manfaat bagi tumbuhannya digunakan sebagai tempat cadangan makanan, sedang bagi manusia dijadikan sebagai bahan makanan dan obat.

Rizoma merupakan hasil modivikasi dari batang bersama-sama daun, sebagai ciri adalah adanya ruas buku dan mata tunas, berada di dalam tanah sehingga daun-daun mengalami kemunduran berubah menjadi sisik tipis, warna kulit luar coklat muda berupa lapisan gabus, bagian dalam kekuningan, aroma khas jahe menimbulkan rasa panas pada kulit dan dapat menyebabkan iritasi pada mata, jika dimkan dalam bentuk segar terasa pedas bercampur pahit, manfaat bagi tuimbuhannya adalah sebagai penimbun cadangan makanan, organ bertahan serta organ refroduksi aseksual. Manusia memanfaatkan rizoma sebagai pengahngat tubuh karena mengandung minyak astiri.

Bulbus merupakan hasil penjelmaan dari batang bersama pelepah daun, organ ini membentuk lapisan –lapisan dari pelepah daun yang menebal sehingga disebut umbi lapis, berada dalam tanah dan sifatnya kompak sehingga disebut bulbus tunicatus, warna keunguan karena mangandung pigmen (diduga kromoplas), aroma sangat merangsang dan dapat menimbulkan iritasi pada mata. Fungsinya adalah sebagai alat bertahan, tempat menimbun cadangan makanan dan sebagai alat reproduksi aseksual, sedang bagi manusia dimanfaatkan sebagai bahan sayur, penyedap makanan dan obat.

Stolon merupakan hasil modivikasi batang  dan daun yang telah mengalami kemunduran (reduksi), sebab stolon berada dalam tanah yang arah pertumbuhannya mendatar sehingga dengan sendirinya dalam hal ini daun tidak dapat berfungsi  melangsungkan proses fotosintesis. Stolon tersebut berfungsi sebagai organ bertahan dan alat refroduksi aseksual, warna putih kekuningan tidak beraroma, fungsi ilalang itu sendiri adalah sebagi atap rumah, ruas antar nodus terlihat jelas, dan dia mempunyai akar sekunder (radix adventitia) dan juga bersifat akar serabut.

  1. Simpulan

Dari hasil pengamatan modivikasi  organ pokok (daun, akar, dan batang) yaitu perubahan bentuk dari satu atau lebih organ karena adanya perubahan fungsi.

  1. Latihan evaluasi
    1. Bulbulus disusun oleh bagian daun yang disebut vagina yang menebal dan tersusun oleh berlapis-lapis, tertutupi pada batang yang pendek berbentuk sepertii  cakram atau subang yang disebut disuus
    2. Perbedaan antara tuber caulogenium dari  radix primaria dan radix adventitia yaitu:

-          Tuber caulogenum merupakan penjelmaan batang

-          Radix primeria merupakan akar pokok yang berasal dari akar lembaga.

-          Radix adventitia merupakan akar-akar yang bukan berasal dari calaon akar yang asli.

  1. Perbandingan antara stolon dan rhizuma!

-          Stolon adalah batang di dalam tanah tumbuh mendatar dan jika muncul di atas permukaan tanah, maka akan membentuk individu baru. Sedangkan rizoma merupakan hasil penjelmaan dari batang bersama daun, daun tumbuh mendatar di dalam tanah ddan dari ujungnya tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru.

  1. Fungsi tuber caulogenum bagi tumbuhan sendiri yaitu:

-          Sebagai tempat penimbunan makanan dan tempat penyimpanan zat cadangan makanan.

  1. Spaciec tanaman yang membentuk bulbus adalah:

-          Subang/cakram (dicus)

-          Sisik-sisik (tunica/sanama)

-          Kuncup-kuncupnya (gammae)

  1. Bukti bahwa rhizoma merupakan penjelmaan dari batang bersama daun yaitu:

-           Beruas-ruas, berbuku-buku

-          Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik

-          Mempunyai kuncup-kuncup

-          Tumbuhnya tidak ke pusat bumi  atau air, tetapi muncul di atas tanah.

  1. Struktur tuber singkong adalah sebagai berikut:
  1. Perbedaan duri mawar dengan duri Bogenvillia spectabilis!

-          Duri mawar merupakan duri sejati karena apabila durinya dicabut akan meninggalkan bekas, sedangkan duri Bogenvillia spectabilis merupakan duri tak sejati.

  1. Fungsi duri bagi tumbuhan!

-          Sebagia pelindung terhadap gangguan binatang

-          Sebagai pelindung terhadap kekeringan, penguapan air yang terlalu besar

-          Sebagai alat penyerap air dan zat makanan

  1. Batang pisang di atas tanah bukan merupakan batang sejati karena batang pisang merupakan modivikasi dari akar.
  2. Macam-macam organ tumbuhan yang merupakan hasil modiivikasi dari organ pokok selain bahan praaktek yaitu:

-          Curcuma domestica (kunyit)

-          Alpina galanga (laos)

-          Ipomea batatas (ubi jaalar)

  1. - Cladodia yaitu batang tumbuhan yang masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan.

-          Filocladodia yaitu batang yang mempunyai pertumbuhan terbatas.

-          Filodia yaitu suatu helaian daun semu atau palsu karena daun hanya terdiri atas tangkai saja.

  1. Duri pada kapuk randu merupakan duri tempel karena duri pada kapuk randu hanya merupakan semacam alat tambahan dan juga duri itu mudah dii tinggalkan dari alat yang mendukungnya.

ACARA V

FLOS (BUNGA)

  1. Pelaksanaan praktikum

Hari/tanggal    : Senin, 28 Maret 2011

Tempat            : Lab IPA Biologi IAIN Mataram

Tujuan             :  untuk mengetahui dan mengamati bagian-bagian penyusun dan struktur serta menentukan diagram maupun rumus bunga.

  1. Landasan teori

Bunga adalah sebuah sistem pucuk yang khusus untuk perkembangbiakan seksual. Sistem bunga ini berbeda dengan sistem  vegetatif dalam hal: bunga tidak memiliki kuncup pada ketiak daunnya, buku-bukunya tetap pendek sehingga jarak vertikal antara daun yang berurutan sangat pendek, dan bunga menunjukkan pertumbuhan yang terbatas, yaitu segera setelah meristem ujung membentuk bunga pertumbuhan lebih lanjut berhenti, meskipun bunga itu secrta morfologi adalah sebuah pucuk, bunga memiliki peristilahan yang khusus. ( A.R. Loveless,1989 : 116)

Pada angiospermae bunga mempunyai sumbu yang sangat pendek yang berubah menjadi dasar bunga. Pada dasar bunga ini bagian-bagian bunga lainnya dapat tersusun dalam suatu spiral (asirkular) dapat pula dalam lingkaran-lingkaran atau berkarang (sirkular). Jika pada bunga bagian-bagiannya sebagaian tersusun dalam spiral dan sebagian yang berkarang dinamakan himersikular. Pada angiospermae umumnya terdapat bunga yang sirkular. Dan jumlah tiap-tiap bagian dalam tiap lingkaran dapat berbeda-beda, biasanya p[ada tumbuhan dikotil 5,4, atau 2, dan pada monokotil 3 atau pelipatan bilangan-bilangan tersebut. (Gembong, 2007 :34)

  1. Bahan
    1. Bunga Hibicus tiliaceus (waru)
    2.  Bunga Bougenvillea speciabilis (bunga kertas)
    3. Bunga Carica papaya (pepaya)
      1. Bunga banci
      2. Bunga jantan
      3. Bunga betina
      4. Bunga Caesalpinia puleherrima (kembang merak)
      5. Bunga Plumeria acuaminata (kamboja)
      6. Bunga Ixora paludosa (asoka)
      7. Cara kerja
        1.  Mengambar bunga yang akan dipraktikkan
        2. Menulis atau mendeskripsikan hasil yang sudah dipraktikkan.
        3. Hasil pengamatan

Gambar bunga waru

Keterangan :

  1. Tangkai (pediculus)
  2. Kelopak tambahan (evicalyx)
  3. Kelopak (calix)
  4. Petala
  5. Ovarium
  6. Stigma
  7. Antreoezum
  8. Tangkai kepala putik
  9. Dasar bunga

Deskripsi

Bunga axiller tungal (simple), hermaproditus terdapat apikalix yang merupakan ciri dari anggota Malvaceae kalyx  berwarna hijau, terdiri dari lima sepala yang mengalami fusi pada bagian bawah, corola bersifat polipetal terdiri dari lima petala, warna kekuniangan dan bagian pangkal merah tua, receptaculum bermodivikasi membentuk Androgynophora yang menjadi dasar anggota columniferae, andocium terdiri atas stamen dengan jumlah tak terhingga ,pistillum superior, ovarium tersusun dari lima carvella, stylus relatif panjang, stigma bercabang lima.

Gambar bunga  kertas/ Bougenvillea spectubilis

Keterangan :

  1. Batang ( caulis)
  2. Batang bunga
  3. Tangkai bunga
  4. Bunga mekar
  5. Bunga kuncup
  6. Daun pengikat

Deskripsi

Bunga majemuk, bersifat terminalis atau axiller, bagian berwarna mencolok adalah “lockblad”, periantiaum (perhiasan bunga) berupa perigonium yang berbentuk tabung (gametopala), ujung tabung terbuka membentuk bangunan seperti corolla, androecium terdiri dari delapan stamen, gyneocium berupa pistil tunggal tersusun satu carpella.

Gambar bunga Carica papaya (pepaya)

Keteranagn :

  1. Ibu tangkai
  2. Tangkai
  3. Dasar bunga
  4. Calix
  5. Petala
  6. Ovarium
  7. Stigma
  8. Stamen

Deskripsi

Bunga Carica papaya  bersifat axiller,  termasuk bunga majemuk, berdasarkan kelamin dibedakan menjadi bunga hermaproditus (banci, biseksual), bunga masculinus (staminate, jantan, uniseksual), dan bunga peminus (pistillate, betina, uniseksual). Adanya perbedaan kelamin bunga maka dijumpai tanaman bersifat poygamous, gynomonoeceus dan andromonoeceus. Morfologi bunga banci dan bunga betina agak mirip, tetapi pada bunga banci ditemukan androecium yang menempel pada bagian dinding. Petala, morfologi bunga jantan langsing, membentuk  gemoprtala dan androecium berada dalam tabung corolla.

Gambar bunga Ixora padulosa ( asoka)

Keteranagn :

  1. Batang
  2. Tangkai bunga
  3. Bractea
  4. Bunga kuncup
  5. Dasar bunga
  6. Kortex
  7. Ovarium
  8. Stilas (tangkai putik)
  9. Stigma

Deskripsi

Termasuk bunga majemuk ( payung majemuk), petala pada bagian atas terpisah, bagian bawah membentuk tabung tidak memiliki benang sari, hanya memiliki kepala putik, hermaproditus, tetramer corolliflorae, pistillum superior dan bersifat terminalis.

  1. Pembahasan

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, “tumbuhan berbiji tertutup”). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.

Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.

Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.

Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.

Morfologi bunga

Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx)

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.

Sekelompok bunga dapat tersusun pada sebuah batang yang terdiri dari cabang utama atau serangkaian cabang yang rumit yang disebut perbungaan (infloresences). Berdasarkan perbungaannya, bunga terbagi atas bunga tunggal (planta uniflora) dan bunga majemuk (planta multiflora). Planta multiflora (bunga majemuk) ini terbagi lagi menjadi beberapa macam menurut sifatnya ketika berbunga, yaitu bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa), bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa), dan bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta). Bunga jagung dan kelapa adalah contoh bunga majemuk tak berbatas.

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

-          Kelopak bunga atau calyx;

Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;

-          Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;

-           Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: “rumah wanita”) berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

Dari hasil pengamatan yang telah kami lakuakan pad semua spesimen bunga dapat dipaparkan/dijelaskan masing-masing spesimen, antara lain:

Pada bunga waru, bunga axiller tungal (simple), hermaproditus terdapat apikalix yang merupakan ciri dari anggota Malvaceae kalyx  berwarna hijau, terdiri dari lima sepala yang mengalami fusi pada bagian bawah, corola bersifat polipetal terdiri dari lima petala, warna kekuniangan dan bagian pangkal merah tua, receptaculum bermodivikasi membentuk Androgynophora yang menjadi dasar anggota columniferae, andocium terdiri atas stamen dengan jumlah tak terhingga ,pistillum superior, ovarium tersusun dari lima carvella, stylus relatif panjang, stigma bercabang lima.

Dan mempunyai rumus bunga: bunga simetrik, hermaproditus, kalyx terdiri dari lima sepala yang menalami fusi membentuk gamosepala, corola terdiri dari lima petala bersifat polipetala andreocium terdiri atas stamen tak terhingga dan gynoecium tersusun atas pestilum tunggal terdiri lima petala (superior), kedua alat kelamin didukung oleh androgynophora.

Bunga majemuk, bersifat terminalis atau axiller, bagian berwarna mencolok adalah “lockblad”, periantiaum (perhiasan bunga) berupa perigonium yang berbentuk tabung (gametopala), ujung tabung terbuka membentuk bangunan seperti corolla, androecium terdiri dari delapan stamen, gyneocium berupa pistil tunggal tersusun satu carpella.

Bougainvillea disebut tanaman bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas. Nama Inggris bunga ini adalah Bougainvillea yang diambil dari nama Sir Louis Antoine de Bougainville, seorang prajurit AL Perancis. Antara jenis pokok bunga kertas tersohor ialah Bougainvillea ‘Elizabeth Angus’; Bougainvillea ‘Red’; Bougainvillea Pultonii; Bougainvillea ‘Easter Parade’ dan Bougainvillea ‘Lady Mary Baring’.

Bunga Carica papaya  bersifat axiller,  termasuk bunga majemuk, berdasarkan kelamin dibedakan menjadi bunga hermaproditus (banci, biseksual), bunga masculinus (staminate, jantan, uniseksual), dan bunga peminus (pistillate, betina, uniseksual). Adanya perbedaan kelamin bunga maka dijumpai tanaman bersifat poygamous, gynomonoeceus dan andromonoeceus. Morfologi bunga banci dan bunga betina agak mirip, tetapi pada bunga banci ditemukan androecium yang menempel pada bagian dinding. Petala, morfologi bunga jantan langsing, membentuk  gemoprtala dan androecium berada dalam tabung corolla.

Rumus Bunga

: ♂ K 0, [C 5, A 5 + 5], G 0 ♀ K 0, C 5, A 0, G (5) *K (5), [C 5, A 5 + 5], G (5)

Bunga pepaya termasuk bunga majemuk yang tersusun pada sebuah tangkai (pedunculus). Kelopak bunga majemuk duduk pada tangkai daun. Tanaman pepaya memiliki 3 jenis bunga yaitu :

1. bunga jantan (masculus), adalah bunga yang hanya memiliki benang sari saja (uniseksual)

2. bunga betina (femiculus) adalah bunga yang hanya memiliki putik saja.

3. bunga sempurna (hermaprodit), adalah bunga yang memiliki putik dan benang sari (biseksual).

Merupakan bunga hermaprodit, aktinomorf, tetrasiklis pentamer. Kelopak berada dalam satu lingkaran dengan 5 sepala yang saling berlekatan. Mahkota dalam satu lingkaran dengan 5 petala yang saling berlepasan. Gynaecium dengan 5 pistillum saling berlekatan dan saling menumpang. Tandan bunga majemuk, pentasiklis primer dan simetri aktinomorf. Androecium berada dalam dua lingkaran yang saling berlepasan. Corolla dan androecium saling berlekatan dengan gynaecium yang tidak terbentuk

Pepaya tergolong dalam tanaman polygamus yang pada satu tanaman terdapat satu daun bunga jantan, bunga betina, dan bunga banci bersama-sama. Bunga papaya memiliki bakal buah yang berruang satu (unilocularis) dari satu daun buah saja

Keterangan pendukung:

-          saat bunga membuka : 07.00-10.00

-          saat stigma reseptif : setelah stigma mengeluarkan lendir

-           tipe penyerbukan : penyerbukan silang (autogaam)

-          sifat khusus : bakal buah beruang satu (unilocularis)

Bunga asoka termasuk bunga majemuk ( payung majemuk), petala pada bagian atas terpisah, bagian bawah membentuk tabung tidak memiliki benang sari, hanya memiliki kepala putik, hermaproditus, tetramer corolliflorae, pistillum superior dan bersifat terminalis.

  1. Simpulan

Bunga adalah sebuah sistem pucuk yang khusus untuk perkembangbiakan seksual. Berdasarkan macamnya dikelompokkan menjadi empat macam yaitu: bunga lengkap, bunga tidak lengkap, bunga sempurna, dan bunga tidak sempurna.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

  1. Dikotil merupakan  tubuhan yang memiliki keping lembaga dua, sedangkan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki keping lembaga tunggal atau satu.
  2. Klasifikasi tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat ciri dan sifat pada daun contohnya, bentuknya, ujungnya, pangkalnya, susunan tulang-tulangnya, tepinya ,daging daunnya, permukaan daunnya, arah anak tulang,bentuk tulang daun, dan warna permukaan daun.
  3. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan,bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebuit buku-buku batang (nodus). Nodus-nodus inilah yang membedakan rumus masing-masing daun pada tumbuahn.
  4. Dari hasil pengamatan modivikasi  organ pokok (daun, akar, dan batang) yaitu perubahan bentuk dari satu atau lebih organ karena adanya perubahan fungsi.
  5. Bunga adalah sebuah sistem pucuk yang khusus untuk perkembangbiakan seksual. Berdasarkan macamnya dikelompokkan menjadi empat macam yaitu: bunga lengkap, bunga tidak lengkap, bunga sempurna, dan bunga tidak sempurna

.

Kritik dan saran

Kepada kakak co.ass yang telah membimbing kami baik ketika pembekalan sampai melaksanakan praktikum kami ucapkan terimakasih banyak, mungkin kalau tanpa bimbingan dari kakak, kami tidak akan tahu bagaimana prosedur-prosedur  kerja dalam praktikum tersebut. Tetapi yang namanya kita sebagai manusia, kita tidak pernah terlepas dari yang namanya kekurangan/ kesalahan. Untuk itu saya ingin sedikit memberi masukan kepada kita semua baik itu co.ass atau praktikan. Kepada kakak co.ass kami harapkan sebelum dilaksanakan praktikum para praktikan terlebih dahulu diberikan informasi terutama mengenai bahan-bahan yang akan dibawa ketika praktikum, agar kami sebagai praktikan tidak kewalahan, jangan kita itu diberitahu  ketika H-3. Ketika praktikum berlangsung hendaknya para co.ass harus mampu barinteraksi dengan praktikan, agar materinya nyambung.

DAFTAR PUSTAKA

Djuita, Ratna, Nina dan Hadisunarso. 2007. Morfologi Tumbuhan. Jakarta : Universitas Terbuka.

(http://id.wikipedia.org/wiki/daun)

(http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berkeping_biji_tunggal)

(http://aadesanjaya.blogspot.com/)

Loveless,A.R.1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Jakarta : PT Gramedia

Tjirosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

Yudianto,Suroso,Adi. 1992. Mengerti Morfologi Tumbuhan. Bandung : PENERBIT TARSITO BANDUNG

LAMPIRAN