LAPORAN FISTUM “TRANSPIRASI”

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan. Tumbuhan merupakan mahluk hidup yang tidak bergerak secara aktif melainkan gerakannya bersifat pasif. Tumbuhan memang tidak memiliki alat gerak seperti kaki dan tangan yang terdapat pada hewan dan manusia, tetapi organ-organ mereka sangatlah kompleks untuk dipelajari. Ada beberapa tumbuhan yang sudah sepenuhnya berkembang menjadi tumbuhan lengkap yang memiliki daun, akar, batang, bunga dan buah. Ada juga tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki beberapa organ-organ tersebut.

Namun, di setiap tumbuhan tersebut pasti ada jaringan pengangkutan terpenting yang terdiri dari xylem dan floem. Kedua jaringan tersebut berperan sangat penting bagi proses kehidupan sebuah tanaman dan berperan untuk mengambil air dari dalam tanah dan kemudian menyebarkannya ke seluruh bagian tanaman agar semua organ tanaman dapat berkembang secara maksimal. Proses ini yang dinamakan dengan transportasi pada tumbuhan.

Tumbuhan juga melakukan transpirasi, yaitu pelepasan dalam bentuk uap melalui stomata. Transpirasi ini merupakan salah satu mekanisme pengaturan fisiologi pada tumbuhan yang terkait dengan berbagai kondisi yang ada di tubuhnya dan lingkungan sekitarnya. Adanya transpirasi ini menyebabkan terjadinya aliran air yang berlangsung secara imbas dari akar, batang, dan daun. Aliran air tersebut akan ikut membantu proses penyerapan dan transportasi air tanah di dalam tubuh tumbuhan.

  1. Rumusan masalah
  2. Tujuan


BAB II

PEMBAHASAN

ACARA I

TRANSPIRASI

  1. Pelaksanaan Praktikum

Hari/tanggal    :  Jum’at,06 April 2012

Tempat            : Lab. IPA Biologi

Tujuan             : Untuk mengetahui transpirasi pada tumbuhan

  1. Landasan teori         

Tumbuhan, seperti juga hewan memiliki adaptasi evolusioner dalam bentuk respons fisiologis terhadap perubahan jangka  pendek. Misalnya jika daun pada tumbuhan mengalami kekurangan air, daun-daun akan menutup stomata, yang merupakan lubang kecil dipermukaan daun tersebut. Respons darurat ini akan membantu tumbuhan menghemat air dengan cara mengurangi transpirasi, yaitu hilangnya air dari daun melalui penguapan ( Campbell.N.A,292:2000)

Sel hidup tumbuhan berhubungan langsung dengan atmosfer melalui stomata dan lenti sel sehingga transpirasi terjadi melalui kutikula pada daun tumbuh-tumbuhan. Sel-sel hidup itu berada dalam keadaan turgid dan sedang dan sedang bertranspirasi dilapisi oleh lapisan tipis air yang diperoleh dari dalam sel. Sebalikya, persediaan air ini diperoleh dengan cara translokasi air dan unsur-unsur penghantar dari akar melalui xilem. Akar-akar pohon tersebut memperoleh air dengan cara mengabsorpsi melalui permukaan yang berhubungan dengan air di dalam tanah. Seluruh proses ini digerakkan oleh energi yang diberikan pada daun dan batang-batang pada tanaman tersebut  (Wanggai,Frans. 91: 2007).

Pengurangan ukuran daun dihubungkan dengan pengurangan kecepatan transpirasi. Tumbuhan dengan daun kecil biasanya mempunyai habitat kering, pengurangan ukuran daun sering kali diikuti dengan peningkatan jumlah total daun pada tumbuhan (Mulyani. Sri. 251: 2006).

Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. Selain itu, melalui proses transpirasi, tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar keberlangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin (http://www.forumsains.com/artikel/sistem-transportasi-dan-transpirasi-dalam-tanaman/).

Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap laju transpirasi antara lain:

-          Cahaya. Tumbuhan jauh lebih cepat bertranspirasi bilamana terbuka terhadap cahaya dibandingkan dalam gelap.

-          Suhu. Tumbuhan bertranspirasi lebih cepat pada suhu lebih tinggi.

-          Kelembaban. Laju transpirasi juga dipengaruhi oleh kelembaban nisbi udara sekitar tumbuha.

-          Angin. Adanya angin lembut juga meningkatkan laju transpirasi.

-          Air tanah. Tumbuhan tidak dapat terus bertranspirasi dengan cepat jika kelembaban yang hilang tidak digantikan oleh air segar dari tanah (Kimball. John W,493:1990).

  1. Alat dan Bahan

-          Alat

  1. 2 botol bermulut besar kapasitas 150 ml
  2. Penggaris
  3. Timbangan

-          Bahan

  1. Vaselin
  2. Suatu spesies tanaman yang masih kecil atau 1 potong tanaman sepanjang 40 cm
  3. Kertas HVS
  4. Aquades
  5. Aluminium foil
  6. Mengambil 1 spesies tanaman percobaan atau 1 potong tanaman yang panjangnya ± 40 cm
  7. Menyediakan botol tersebut di atas, diisi air sebanyak setengahnya
  8. Memasukkan tanaman atau potongan tanaman ke dalam botol yang telah didisi air tadi dengan melalui lubang aluminium foil yang merupakan tutup botol tersebut
  9. Menimbang tanaman terlebih dahulu untuk mengetahui berat awal tanaman
  10. Mencegah terjadinya penguapan air selain melalui tanaman percobaan
  11. Setelah tanaman ditimbang, kemudian diletakkan di bawah sinar matahari selama ± 40 menit
  12. Menimbang kembali botol tersebut dan mencatat pengurangan beratnya
  13. Setelah menimbang yang ke-2, mengambil tanaman dan mengukur luas total daun dari tanaman tersebut
  14. Menghitung kadar kecepatan transpirasi yang dilakukan oleh tanaman tadi
  1. Cara kerja
  1. Hasil pengamatan

Keterangan :

  1. Menyiapkan tumbuhan Ixora paludosa yang panjangnya 40 cm
  2. Tumbuhan Ixora paludosa dimasukkan ke dalam botol yang sudah ditutup dengan aluminium foil dan dioleskan vaselin pada bagian lubang botol
  3. Tanaman kemudian ditimbang
  4. Tanaman kemudian dipanaskan selama ±40 menit
  5. Tanaman ditimbang kembali untuk memastikan proses transpirasi

Deskripsi

Tarnspirasi merupakan proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan lenti sel. Dalam proses transpirasi ini, kita melakukan pengamatan pada tumbuhan Ixora paludosa yang panjangnya 40 cm. tumbuhan tersebut dimasukkan ke dalam botol yang sudah dilubangi dan ditutup dengan aluminium foil. Dan pada lubang botol tersebut diolesi oleh vaselin untuk mencegah masuknya udara. Kemudian tumbuhan tersebut ditimbang, dan berat awalnya 223,5 gr, setelah ditimbang kemudian dijemur selama ±40 menit, setelah dijemur ditimbang kembali. Ternyata beratnya berkurang menjadi 217,9 gr. Hasil ini menunjukkan bahwa telah terjadi proses transpirasi pada tumbuhan tersebut. Adapun peranan dari transpirasi bagi tumbuhan adalah:

-          Pengangkutan air ke daun dan difusi antar sel

-          Penyerapan dan pengangkutan air dan hara

-          Membuang kelebihan air

-          Pengaturan bukaan stomata

-          Mempertahankan suhu daun

Di samping itu, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju transpirasi adalah sebagai berikut:

-          Kelembaban udara

-          Suhu

-          Kecepatan angin

-          Cahaya

-          Tekanan udara

-          Ketersediaan air tanah dan debu

Analisis data

  1. 1.      Analisis data
  • Mencari kadar air yang hilang

Diket.

Berat awal (w0) = 223,5 gr

Berat akhir (wa) = 217,9 gr

Ditanya.

Kadar air yang hilang (Δw) =………………..?

Jawab :

Δw       = w0 – wa

= 223, 5 – 217,9

= 5,6 gr

  • Mencari luas total daun
  1. Diket.     P=6,5 cm         a=0,439

l=3cm              b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =6,5 x 3= 19,5 cm2

Y= ax + b = 0,439.19,5 + 0,376

= 8,91505 cm2

  1. Diket.     P=6,5 cm         a=0,439

l=3cm              b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =6,5 x 3= 19,5 cm2

Y= ax + b = 0,439.19,5 + 0,376

= 8,91505 cm2

  1. Diket.     P=8 cm                        a=0,439

l=3,5 cm                      b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =8 x 3,5= 24 cm2

Y= ax + b = 0,439.24 + 0,376

= 10,912 cm2

  1. Diket.     P=7,5 cm         a=0,439

l=3,5cm           b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =7,5 x 3,5= 28,5m2

Y= ax + b = 0,439. 28,5 + 0,376

= 12,8875 cm2

  1. Diket.     P=8,3 cm         a=0,439

l=3,5m             b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =6,5 x 3= 29,5 m2

Y= ax + b = 0,439.29,5 + 0,376

= 13,3265 cm2

  1. Diket.     P=8 cm            a=0,439

l=3,5 cm          b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =8 x 3,5= 28 cm2

Y= ax + b = 0,439.28 + 0,376

= 12,668 cm2

  1. Diket.     P=7,5 cm         a=0,439

l=3 cm             b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =7,5 x 3= 22,5 cm2

Y= ax + b = 0,439.22,5 + 0,376

= 10,2535 cm2

  1. Diket.     P=7 cm            a=0,439

l=3 cm             b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =7 x 3= 21 cm2

Y= ax + b = 0,439.21 + 0,376

= 9,595 cm2

  1. Diket.     P=5,5 cm         a=0,439

l=3 cm             b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab.   L= P x l =5,5 x 3 = 16,5 cm2

Y= ax + b = 0,439.16,5 + 0,376

= 7,6195 cm2

  1. Diket. P=4,7 cm         a=0,439

l=2,5 cm          b=0,376

Ditanya.   L=…………?

Y=………….?

Jawab.  L= P x l =4,7 x 2,5= 11,75 cm2

Y= ax + b = 0,439.11,75 + 0,376

= 5,53425 cm2

 

  1. Diket.   P=5,2 cm         a=0,439

l=2,9 cm          b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab. L= P x l =5,2 x 2,9= 13 cm2

Y= ax + b = 0,439.13 + 0,376

= 6,083 cm2

  1. Diket. P=4,9 cm         a=0,439

l=2,3 cm          b=0,376

Ditanya.   L=…………?

Y=………….?

Jawab. L= P x l =4,9 x 2,3= 11,27 cm2

Y= ax + b = 0,439.11,27 + 0,376

= 5,32353 cm2

  1. Diket.   P=5 cm            a=0,439

l=2,8 cm          b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab. L= P x l =5 x 2,8= 13,5 cm2

Y= ax + b = 0,439.13,5 + 0,376

= 6,3025 cm2

 

  1. Diket.   P=5,4 cm         a=0,439

l=2,5 cm          b=0,376

Ditanya.   L=…………?

Y=………….?

Jawab. L= P x l =8 x 3,5= 28 cm2

Y= ax + b = 0,439.28 + 0,376

= 12,668 cm2

  1. Diket.   P=2,5 cm         a=0,439

l=1,3 cm          b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab. L= P x l =2,5 x 1,3= 3,25 cm2

Y= ax + b = 0,439.3,25 + 0,376

= 1,80275 cm2

  1. Diket.   P=2,5 cm         a=0,439

l=1,2 cm          b=0,376

Ditanya.  L=…………?

Y=………….?

Jawab. L= P x l =8 x 3,5= 28 cm2

Y= ax + b = 0,439.28 + 0,376

= 12,668 cm2

Luas total daun =Y1+Y2+Y3+………………..+Y16

=8,91505 + 8,91505 + 10,912 +………………….+ 1,693

= 128,13363 cm2

 

  • Mencari kecapatan transpirasi

Kecepatan transpirasi =

=

= 0,0437044/0,044 gr/cm2

  1. Pembahasan

Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang hilang melalui stomata. Oleh sebab itu, dalam perhitungan besarnya jumlah air yang hilang dari jaringan tanaman umumnya difokuskan pada air yang hilang melalui stomata.

Untuk membuktikan adanya proses transpirasi pada suatu tumbuhan,kita melakukan pengamatan pada tanaman  Ixora paludosa. Sebelum melakukan pengamatan tanaman tersebut terlebih dahulu dipotong sepanjang 40 cm,perlu diketahui tanaman yang dipotong tersebut memiliki ukuran daun yang bervariasi,ada yang kecil,sedang dan besar. Karena kita akan melakukan perbandingan luas pada masing-masing daun. Setelah itu potongan Ixora paludosa td dimasukkan kedalam botol yang sudah terisi air dan ditutup pada bagian leher botol dengan aluminium foil,setelah itu lubang tempat memasukkan tanaman  tersebut diolesi dengan vaselin supaya tidak ada celah udara masuk.

Tanaman  Ixora paludosa tersebut kemudian ditimbang untuk mengetahui berat awal. Berat awalnya adalah 223,5 gr. Setelah penimbangan yang pertama tanaman  kemudian dijemur dibawah terik matahari selama ± 40 menit. Seteleh mencapai ± 40 menit lamanya dijemur, tanaman kemudian dibawa ke dalam Lab lagi untuk ditimbang kembali, ternyata setelah ditimbang berat tanaman  berkurang menjadi 217,9 gr. Berkurangnya berat  setelah penimbangan yang kedua menunjukkanbahwa telah terjadi proses transpirasi pada tumbuhan  tersebut.

Dalam hal ini transpirasi mempunyai arti penting bagi tanaman. Transpirasi pada dasarnya suatu penguapan air yang membawa garam-garam mineral dari dalam tanah. Transpirasi jiga bermanfaat di dalam hubungan penggunaan sinar matahari, kenaikan temperatur yang diterima tanaman digunakan untuk penguapan air.

Transpirasi dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan tempatnya, yaitu transpirasi kutikula, transpirasi lentikuler, transpirasi stomata. Hampir 97% air dari tanaman hilang melalui transpirasi stomata.

Proses transpirasi pada dasarnya sama dengan proses fisika yang terlibat dalam penguapan air dari permukaan bebas. Dinding mesofil basah yang dibatasi dengan ruang antar sel daun merupakan permukaan penguapan. Konsentrasi uap air dalam ruang antar sel biasanya lebih besar daripada udara luar. Manakala stomata terbuka, lebih banyak molekul air yang akan keluar dari daun melalui stomata dibandingkan dngan jumlah yang masuk per satuan waktu, dengan demikian tumbuhan tersebut akan kehilangan air.

Kegiatan transpirasi dipengaruhi banyak faktor, baik faktor dalam maupun luar. Faktor dalam antara lain besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun, banyak sedikitnya stomata, bentuk dan letak stomata. Dan faktor luar antara lain:

  1. Kelembaban

Bila daun mempunyai kandungan air yang cukup dan stomata terbuka, maka laju transpirasi bergantung pada selisih antara konsentrasi molekul uap air di dalam rongga antar sel di daun dengan konsentrasi mulekul uap air di udara.

  1. Suhu

Kenaikan suhu dari 180 sampai 200 F cenderung untuk meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Dalam hal ini akan sangat mempengaruhi tekanan turgor daun dan secara otomatis mempengaruhi pembukaan stomata.

  1. Cahaya

Cahaya memepengaruhi laju transpirasi melalui dua cara pertama cahaya akan mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi aktifitas transpirasi dan yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-tutupnya stomata.

  1. Angin

Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Angin menyapu uap air hasil transpirasi sehingga angin menurunkan kelembanan udara diatas stomata, sehingga meningkatkan kehilangan neto air. Namun jika angin menyapu daun, maka akan mempengaruhi suhu daun. Suhu daun akan menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.

  1. Kandungan air tanah

Laju transpirasi dapat dipengaruhi oleh kandungan air tanah dan alju absorbsi air di akar. Pada siang hari biasanya air ditranspirasikan lebih cepat dari pada penyerapan dari tanah. Hal tersebut menyebabkan devisit air dalam daun sehingga terjadi penyerapan yang besar, pada malam hari terjadi sebaliknya. Jika kandungan air tanah menurun sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lambat. Hal ini cenderung untuk meningkatkan defisit air pada daun dan menurunkan laju transpirasi lebih lanjut.

Unsur kalium sangat memegang peranan dalam proses mermbuka dan menutupnya stomata (stomata movement) serta transportasi lain dalam hara lainnya, baik dari jaringan batang maupun lasngsung dari udara bebas. Dengan adanya defisiensi kalium maka secara langsung akan memperlambat proses fisiologi, baik yang melibatkan klorofil dalam jaringan daun maupun yang behubungan dengan fungsi stomata sebagai faktor yang sangat penting dalam produksi bahan kering secara umum. Semakin lama defisiensi kalium maka akan semakin berdampak buruk terhadap laju proses fisiologi dalam jaringan daun. Semakin berat defisiensi kalium pada gilirannya akan berdampak semakin parah terhadap rusaknya pertumbuhan daun.

Transpirasi yang terjadi memang dapat merugikan tanaman, namun juga bermanfaat bagi tanaman antara lain.

  1. Meningkatkan daya isap daun pada penyerapan air
  2. Mengurangi jumlah air dalam tumbuhan jika terjadi penyerapan yang berlebihan.
  1. Simpulan

Jadi tarnspirasi dapat disimpulkan bahwa proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan lenti sel.

DAFTAR PUSTAKA

 

About these ads
By muhammadhasan811 Lombok Posted in FISTUM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s