ASCOMYCETES (JAMUR KANTUNG)

                                                             BAB I

 PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Kata fungi dapat menimbulkan kesan yang tidak menyenangkan . fungi menguraikan kayu, menyerang tumbuhan, dan menyebabksn penyakit lain pada manusia  seperti gatal-gatal dan penyakit lain yang lebih parah lagi. Akan tetapi ekosistem akan musnah jika tidak ada fungi yang menguraikan organisme mati, sedaunan yang gugur , feses dan bahan organik lainnya. Fungi mendaur ulang unsur kimia vital kembali kelingkungannya dalam bentuk yang bisa diasimilasi oleh organisme lain. Hampir semua tumbuhan bergantug pada fungi simbiotik yang membantu akarnya menyerap air dan mineral dari dalam tanah.

Selain peran ekologis ini, fungi telah digunakan  oleh manusia oleh berbagai  cara selama berabad-abad. Kita memakan berbabai jenis fungi, membiakkan fungi untuk menghasilkan antibiotik dan obat-obatan lainnya, menambahkan fungi keadonan agar adonan mengembang, dan menggunakan fungi untuk fermentasi bir dan anggur. Apapun persepsi subjektif  kita mengenai fungi,  fungi sangat menarik sebagai objek untuk dipelajari, khususnya  Ascomyetes . Lebih dari 60.000 spesies Ascomycetes telah dideskripsikan dari berbagai ragam habitat laut, air tawar, dan darat.

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apa saja  ciri-ciri dari Ascomycetes?
    2. Bagaimana habitat dari Ascomycetes?
    3. Bagaimana reproduksi dari Ascomycetes?
    4. Apa saja jamur yang termasuk dalam golongan anak kelas Ascomycetes?
    5. Apa saja peranan Ascomycetes dalam kehidupan?
    6. C.    Tujuan
      1. Untuk mengetahui ciri-ciri dari Ascomycetes.
      2. Utuk mengetahui habitat dari Ascomycetes.
      3. Untuk mengetahui reproduksi dari Ascomycetes
      4. Untuk mengetahui penggolongan dari Ascomycetes.
      5. Unyuk mengetahui peranan Ascomycetes dalam kehidupan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

ASCOMYCETES  (JAMUR KANTUNG)

 

Ascomycetes disebut juga dengan fungi kantung, karena menghasilkan spora seksual dalam aski yang mirip kantung. Fungi kantung bervariasi dalam ukuran dan kompleksitas dati khamir uniseluler hingga fungi kecil berbintik daun sampai ke fungi mangkok rumit dan morel. Ascomycetes meliputi beberapa patogen tumbuhan yang paling merusak. Akan tetapi ada banyak fungi kantung yang merupakan saproba yang penting khususnya bagi bahan yang berasal dari tumbuhan

  1. A.  Ciri-ciri Ascomycetes 

Seperti telah disebutkan dalam namanya, tanda utama untuk mengenal Ascomycetes ialah askusnya. Askus merupakan suatu sporangium yang menghasilkan askospora, yang terjadinya didahului oleh peristiwa perkawinan, plasmogami, kariogami dan pembelahan reduksi setelah kariogami.

Ciri-ciri umum Ascomycetes

  1. Spora seksual melalui meiosis: Ascomycetes adalah jamur dimana proses seksual melibatkan pembentukan spora haploid (askospora) yang terhasil melalui proses meiosis. Proses ini dilakukan oleh nukleus diploid yang berasal daripada askus. Askus-askus pula akan membina jasadbuah yang dipanggil askokarpa.
  2. Spora aseksual melalui mitosis: Ascomycetes juga melakukan pengeluaran spora secara aseksual. Secara umum, spora aseksual yang tidak menjalani pengawanan seksual disebut konidiospora (‘konidia’) yang dikeluarkan diatas hifa tegak yang khusus, dipanggil konidiofora (atau tangkai spora; ‘fora’ = tangkai). Proses pembentukan adalah melalui mitosis.
  3. Fase anamorf dan teleomorf: Kini, fasa aseksual Ascomycetes (khususnya untuk kumpulan Deuteromycetes) diberi nama yang khusus – fasa anamorf (bentuk yang tidak-sempurna; imperfect form), jika ini berlaku, maka fasa hidupannya bukan lagi anamorf, tetapi telah bertukar menjadi teleomorf (bentuk yang sempurna).

Ciri-ciri morfologi Ascomycetes :

1)      Reproduksi aseksual dengan konidia

2)      Reproduksi seksual terjadi dalam ascus, suatu struktur seperti kauntung yang mengandung 8 ascuspora

3)      Hifa bersepta, contoh : Aspergillus dan Penecillium

Ciri-ciri anatomi Ascomycetes

a)      Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler.

b)      Ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.

c)      Hifa bersekat.

d)     Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) yang disebut askospora

e)      Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa

f)       Didalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. setiap haploid akan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8

Contohnya yaitu Aspergillus sp. , Penicillium sp. , Saccharomyces cerevisiae buah spora.

  1. B.  Habitat Ascomycetes

Lebih dari 60.000 spesies ascomycetes, telah dideskripsikan dari berbagai ragam habitat laut, air tawar, dan darat. Dengan perincian sebagai berikut:

  • Ø Saprofit, banyak dimanfaatkan dalam pembuatan tape, kecap.oncom, roti, ada pula yang diambil produknya karena menghasilkan antibiotika. Contonya: Penicillium SP.
  • Ø Patasit, dapat menibulkan penyakit baik manusia maupun tumbuhan dan hewan. Contohnya: Saccaromyces menyebabkan epitel mulut putih, Aspergillus menyebabkan  paru-paru, tanaman perkebunan diserang oleh jamur.
  • Ø Simbiosis, dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak). Ciri dari jamur ini dapat menghasilkan spora askus yatu spora hasil reproduksi seksual yang berjumlah 8 spora yang tersmpan didalam askus.
  1. C.  Reproduksi Ascomycetes

Reproduksi vegetatif pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia. Hifa yang bercabang-cabang ada yang terdiferensiasi membentuk alat reproduksi betina yang ukurannya lebih besar, yang disebut arkegonium. Didekatnya dari ujung hifa yang lain terbentuk alat reproduksi jantan yang ukurannya membentuk kecil disebut anteridium. Baik arkegonium maupun anteridium berinti haploid atau kromosom dari arkegonium tumbuh saluran yang akan menghubungkan antara arkegoniun dan anteridium yang disebut trikogin.

Spora aseksual yang dihasilkan melalui reproduksi vegetatif dalam jumlah yang sangat besar, yang sering kali tersebar oleh angin. Spora aseksul ini dihasilkan pada ujung hifa, sering kali dalam rantai yang panjang atau dalam kelompok. Spora tesebut tidak dibentuk di dalam sporangia, seperti halnya pada zigomkota. Spora terbuka seperti itu disebut konidia.

Dibandingkan dengan zigomycetes, ascomycetes memiliki tahapan dikariotik yang lebih panjang, yang dihubungkan dengan pembentukan askokarpus. Plasmogami akan menjadi hifa dikariotik, dan sel-sel pada ujung hifa ini menjadi aski. Di dalam aski, kariogami akan menggabungkan kedua genom induknya, dan kemudian pembelahan meiosis membentuk askospora yang secara genetik beragam. Dalam banyak aski, delapan askospora tersusun dalam barisan yang berurutan.kedelapan askospora itu terbentuk dari sebuah zigot tunggal. Susunan ini memberikan  kesempatan yang unuk bagi para ahli genetika untuk mempelajari rekombinasi genetik. Perbedaan genetik antara miselia yang ditumbuhkan dari askospora yang diambil dari satu askus memperlihatkan pindah silang dan perpasangan kromosom secara independen.

  1. D.  Penggolongan Ascomycetes

Karena besarnya keanekaragama, penggolongan yang sistematis sukar dilakukan. Biasanya ascomycetes dibagi dalam dua bagian yaitu Protoascomycetes dan Euscomietes.

  1. 1.    Protoascomycetes

Warga protoascoycetes mempunyai miselium yang berbentuk benang atau tidak. Hifa askogen dan tubuh buah belum ada, juga himenium belum ditemukan. Jamur-jamur ini banyak yang bersifat haploid, tidak memperlihatkan pergiliran keturunan. Setelah terjadi perkawinan, zigot langsung berubah menjadi askus. Plasmogami dan kariogami berlangsung berurutan dan terjadi dalam tempat yang sama.

Yang digolongkan kedalam protoascomycetes adalah jenis-jenis ascomycetes yang dijadian satu bangsa yaitu;

Bangsa endomycetales

Dalam bangsa endomycetales termasuk beberapa suku diantarnya:

  • Ø Suku dipodascaceae, memiliki hifa yang bersekat dan mengandung banyak inti. Untuk pembiakanya, dua hifa yang berdekatan membemtuk cabang-cabang untuk kopulasi (gametangium) yang berbentuk seperti paruh. Ujungnya yang bersentuhan lalu bersatu karena dinding disitu terlarut. Setelah terjadi kopulasi, bagian belakangnya lalu terpisah dari hifa yang mendukungnya dengan suatu dinding pemisah. Baru setelah terjadi kopulasi dapat kita lihat perbedaan jenis kelamin antara kedua jenis gametangium tersebut.dari gametagium yang jantan beberapa inti jantan lalu masuk kedalam gametongium betina. Dari banyak inti itu, akhirnya satu inti jantan dan satu inti betina yang bersatu. Gametangium betina lalu menonjol dan membentuk askus yang berbentuk kerucut yang panjang. Inti yang diploid itu lalu masuk kedalam askus tadi, sedang inti-inti yang lainnya tidak mengalami perkawinan. Inti diploid tadi lalu mengadakan perkawinan lalu mengalami degenerasi. Inti diploid tadi lalu mengadakan pembelahan reduksi dan membentuk sel bebas terjadilah askospora, masing-masing dengan satu inti. Contoh dari suku ini adalah Dipodascus albidus.
  • Ø Suku Endomycetaceae, sel-selnya pada waktu muda mengandung banyak inti, kemudian tiap-tiap sel haya mengandung satu inti saja. Cara pembentukan spora seperti pada dipodascaceae, tetapi pada endomyceraceae gametangiumnya berinti satu saja. Hasil kopulasi tidak memanjang, melainkan membulat dan berisi sejumlah spora yang konstan, yaitu seperti pada ascomycetes yang tinggi tingkatnya, dalam askus terdapat 8 askospora. Contoh suku ini adalah Eramascus fertilis, Eramascus albus.
  • Ø Suku Sacharomycetaceae (khamir), jamur ini dianggap sebagai penjelmaan Endomycetaceae. Biasanya bersifat unuseluler dan membiak dengan pertunasan. Dalam keadaan makanan tertentu dapat memperlihatkan hifa, tetapi hifa itu tidak tetapdan dapat terputus-putus menjadi sel-sel yang terpisah.

Pada beberapa jenis terdapat pembiakan generatif. Dua sel dapat berkopulasi dan merupakan suatu zigot, yang selanjutnya menjadi askus dengan inti yang diploid. Dengan pembelahan reduksi umumnya terbentuk 4 askospora, tetapi ada pula yang 8. Sakospora akan tumbuh menjadi sel-sel vegetatif yang haploid. Pada beberapa jenis Saccaharomyces askosporanya pada waktu perkecambahan dapat berkopulasi menjadi sel-sel vegetatif yang diploid dan tidak membentuk askus. Sel-sel vegetatif yang diploid itu membiak dengan pertunasan. Sel-sel akhirnya dapat bersipat sebagai askus, mengadakan pembelahan reduksi  dan membentuk askospora. Jadi disini terdapat suatu sporofit, akan tetapi gametofitnya tidak ada, karena spora langsung mengadakan kopulasi. Adakalanya skospora  berubah dulu menjadi sel vegetatif yang haploid, dan baru kemudian sel-sel mengadakan kopulasi. Jadi dalam hal ini ada gametofit dan sporofit, dengan kata lain disini pergiliran keturunan.

Dinding khamir tidak memperlihatkan reaksi selulosa maupun kitin, tetapi antara lain mengandung fosfot glikoprotein. Khamir terdapat pada buah-buahan, lendir dan lain-lain. Dalam cairan yang mengandung gula menyebabkan pengkhamiran, yaitu perubahan gula menjadi alkohol. Dari suku ini jenis-jenis yang penting adalah: sacharomyces ellipsideus (untuk mengkhamirkan cairan buah anggur), S. tuac (merubah air nira atu tuak), S. cerviseae (khamir roti atau bir juga disebut khamir raja yang berguna dalam pembuatan roti atau alkohol).

 

  1. 2.      Euascomycetes

Cendawan yang termasuk golongan ini mempunyai askus dengan didalamnya sejumlah askospora yang tetap, yaitu selalu 8. Pada euascomycetes askus tidak langsung terbentuk dari zigot yang berasal dari peleburan dau gametangium, akan tetapi seperti berikut. Dalam calon-calon tubuhbuah dan sel-sel ujung hifa pada gametofit membesar menjadi sebuah badan yang mengandung bnayak inti, yaitu gametangium betina, yang pada Euascomycetes ini disebut askogonium. Pada ujung askogonium terdapat suatu tonjolan yang memanjang dengan ujung yang bengkok  dengan didalamnya banyak inti. Tonjolan dengan bentuk istimewa ini dinamakan trikogin. Dari ujung hifa yang berdekatan ada yang sel-sel ujungnya lalu berubah menjadi anteridium yang bersentuhan dengan ujung trikogin. Alat-alat kelamin ini terdapat bergelombol-gerombol. Ujung trikogin ini kemudian lalu membuka dan intinya mengalami degenerasi. Inti jantan dari anteridium lalu masuk melalui trikogin kedalam askogonium. Dalam askogonium inti-inti betina dan jantan tidak mengadakan perkawinan, melainkan hanya berpasang-pasangan saja. Dari arkogonium ini terbentuk hifa dan inti berpasngan tersebut lalu masuk kedalamya. Hifa askogen inilah yang dapat kita pandang sebagai sporofitnya Euascomycetes, karna hifa inilah yang akhirnya akn menghasilkan askospora.

Klasifikasi Euascomycetes kedalam takson yang lebih kecil masih berbeda-beda. Diantaranya yaitu:

Bangsa Perisporiales

Kopulasi antara askogonium dan anteridium akhirnya menghasilkan badan buah yang diselubungi oleh suatu dinding yang dinamakan peridium. Peridium bulat atau bangun perisai, tertutup atau dengan sebuah lubang pada bagian atasnya. Dalam bangsa ini termasuk:

  • Ø Suku Erysiphaceae, kebanyakna parasit pada tumbuhan tinggi. Miselium yang keudara melapisi epidermis organ tumbuhan inang yang diserang dan kelihatan keputih-putihan seperti tepung, oleh sebab itu juga dinamakan embun tepung. Miselium menghasilkan konidium, selain konidium terdapat pula tubuh buah berupa peritesium.

Dari suku ini yang hidup sebagai parasitdan menimbulkan penyakit pada tanaman budidaya antara lain;

- Oidium heveae, menyerang daun para.

- Oidium tuckeri, menyerang buah dan daun anggur .

- Erysiphe polygoni, menyerang kacang kapri.

- E. Graminis, pada rumput.

  • Ø Suku Perisporiaceae, warga suku ini hidup sebagai epifit pada tumbuh-tumbuhan. Miselium di udara berwarna pirang atau hitam.
  • Ø Suku Microthyriaceae, warganya mempunyai tubuh buah berbentuk perisai.

Bangsa Plectascales

pada jamur ini gametangium terbentuk secara bebas. Kopulasi antara askogonium dan anteridium. Janur ini membentuk tubuh buah, baik diluar maupun didalam substratnya. Tubuh buah berbentuk bulat, mempunyai dinding terdiri atas lapisan miselium steril yang disebut peridium. Askus terdapat didalamnya dan susunannya tidak beaturan. Askus ini keluar dari hifa askogen, dan mengandung 2-8 spora. Cara membukanya tubuh buah juga tidak beraturan. Pada beberapa jenis, selain tubuh buah terdapat pula pembentukan konidium dengan konidiofora yang sering kali lebih banyak dari tubuh buahnya.

Dari bangsa ini terdapat beberapa suku diantaranya:

  • Suku Gymnoascaceae, pada suku ini gametangium masih sangat sederhana. Askus bulat merupakan suatunberkas disamping askogonium yang memanjang. Hifa sakogen  belum sempurna, hifa pembalut dan tubuh buah belum terdapat.
  • Suku Aspergillaceae, alat kelamin jantan telah mempunyai trikogen dan dehabis perkawinan zigot membentuk hifa askogen, tetapi gametangium itu sering kali mengalami reduksi jadi belu terdapat keseragaman mengenai alat kelaminnya. Tubuh buah berupa kleistoteseium yang kadang hanya berupa setukal hifa yang tidak beraturan, tetapi paling sedikit dapat dibedakan dalam suatu jaringan dasar yang tidak dapat dan selubng yang bersifat sebagai plektenkim. Askus bulat, tersebar tidak beraturan dalam badan buah tadi dan sporanya baru dapat terpencar, jika tubuh buah telah pecah.

Dari suku ini yang terkenal ialah marga Asperigillus, konidiofora pada ujungnya membesar, dan pada ujung itu terdapat sterigma dengan konodium berderet-deret.

-          A. Oryzae, digunakan dalam pembuatan minuman alkohol.

-          A. Wenti, mempunyai daya untuk memecah zat putih telut dan mengubah karbohidrat menjadi gula. Dipergunakan untuk pembuatan kecap atau taoco.

-          Penicillium, konodiofora pada ujung tidak melebar melainkan  bercabang-cabang, dengan deretan konodium pada cabang-cabang tadi. Jamur ini banyak terdapat sebagai saprofit pada bahan-bahan organik misalnya; P. notatum yang menghasilkan  antibiotika penisilin, P. glaucum.

  1. E.  Peranan Ascomycetes
    1. 1.    Peranan spesies yang menguntungkan

a. Sacharomyces cerevisae: sehari-hari dikenal sebagai ragi.
- berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
- mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
b. Neurospora sitophila:jamur oncom.
c. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum, penghasil antibiotika penisilin.
d. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti, berguna untuk mengharumkan keju.
e. Aspergillus oryzae,untuk membuat sake dan kecap.
f. Aspergillus wentii, untuk membuat kecap.
g. Aspergillus flavus, menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
h. Claviceps purpurea, hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

.

  1. 2.     Peranan spesies yang merugikan
    1. Venturia inaequalis penyebab penyakit yang merusak buah apel.
    2. Clavisceps purpurea penyebab penyakit ergot pada tanaman gandum. Gandum yang terkena spesies ini akan menimbulkan ergotisma pada hewan atau manusia yang memakannya
    3. c.    Aspergillus flavus, yang hidup pada Kacang dan media lain yang sejenis, dapat membahayakan lever dan mengandung karsinogenik

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

1. Ascomycota adalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus.

2.      Ada yang uniseluler dan ada pula yang multiseluler

3.      Talus yang terdiri dari miselium bersepta

4.      Jamur Ascomycota ada yang berwarna merah, cokelat, atau hijau.

5.      Ada yang hidup sebagai parasit, yang menimbulkan penyakit pada tumbuhan. Dan ada juga Jamur Ascomycota yang hidup sebagai saprofit

6.      Jamur ini dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau membentuk Lichenes (lumut kerak).

7.      Reproduksi :

Aseksual   :  membentuk tunas, membentuk konidia;

Seksual     :  konjugasi, membentuk askospora.

8. Peranan spesies yang menguntungkan

  • Aspergillus oryzae,untuk membuat sake dan kecap.
  • Ø Aspergillus wentii, untuk membuat kecap.
  • Ø Aspergillus flavus, menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
  • Ø Claviceps purpurea, hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

9. Peranan spesies yang merugikan

  • Venturia inaequalis penyebab penyakit yang merusak buah apel.
  • Clavisceps purpurea penyebab penyakit ergot pada tanaman gandum. Gandum yang terkena spesies ini akan menimbulkan ergotisma pada hewan atau manusia yang memakannya
  • Aspergillus flavus, yang hidup pada Kacang dan media lain yang sejenis, dapat membahayakan lever dan mengandung karsinogenik

 

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi edisi kelima jilid 2. Jakarta : Erlangga

Tjitrosoepomo, gembong.2005. TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH (Schizophyta. Thallophyta, Bryophyta. Pteridophyta). Yogyakarta : Gajah mada university press.

Pelczar, dkk. 1993. Microbiology: Concepts andApplications. McGraw Hill, Inc.NewYork.

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ascomycota&oldid=5449819

By muhammadhasan811 Lombok Posted in SMESTERIV

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s